Minggu, 08/03/2026 04:59 WIB

Diserang Iran tanpa Henti, Raja Bahrain Serukan Perdamaian





Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, menyerukan jalan perdamaian usai negaranya terus menjadi sasaran rudal Iran di tengah konflik yang melibatkan AS

Asap mengepul usai pertahanan udara Bahrain mencegat drone Iran (Foto: Reuters)

Manama, Jurnas.com - Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa, menyerukan jalan perdamaian usai negaranya terus menjadi sasaran rudal Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam sambungan telepon dengan Raja Spanyol Felipe VI, Hamad mengatakan Bahrain mendukung upaya meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia.

"Rakyat Kerajaan Bahrain adalah orang-orang yang cinta damai dan percaya pada toleransi dan hidup berdampingan," kata Raja Hamad dikutip dari Arab News pada Sabtu (7/3).

Komentar ini disampaikan saat Iran terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk sebagai tanggapan atas serangan AS-Israel terhadap Iran.

Bahrain yang menjadi tuan rumah Armada Kelima Angkatan Laut AS, menjadi sasaran gelombang serangan pesawat tak berawak dan rudal sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Ledakan keras terdengar pada Sabtu malam di ibu kota Bahrain, Manama. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan terjadi kebakaran dan kerusakan material pada sebuah rumah dan bangunan sekitarnya di Manama menyusul serangan dari Iran.

Garda Revolusi Iran mengatakan telah menargetkan pasukan AS di pangkalan Jufair di Bahrain. Gelombang serangan lain diarahkan ke kerajaan tersebut pada pagi harinya.

Sementara itu, pertahanan udara Uni Emirat Arab mencegat 15 rudal dan 119 drone pada Sabtu pagi ketika serangan mengganggu penerbangan di Dubai dan Abu Dhabi. Qatar juga mencegat sebuah rudal, tak lama setelah ledakan dan sirene berbunyi di pusat Doha.

"Angkatan bersenjata mencegat serangan rudal yang menargetkan Negara Qatar," kata kementerian pertahanan.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Bahrain Rudal Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :