Minggu, 08/03/2026 04:38 WIB

Uni Eropa Panik Ditekan Industri Buntut Harga Migas Meroket





Uni Eropa sedang mencari solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan minyak dan gas (migas) bagi industri, di tengah tingginya harga migas

Illustrasi eksplorasi migas di lepas pantai (Foto: Humas SKK Migas)

Brussels, Jurnas.com - Uni Eropa sedang mencari solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan minyak dan gas (migas) bagi industri, di tengah tingginya harga migas buntut konflik di Timur Tengah.

Dalam laporan Reuters pada Sabtu (7/3), Brussels mendapatkan peringatan dari banyak perusahaan, jika masalah ini tidak kunjung diselesaikan maka terancam kalah bersaing dengan kompetitor Amerika Serikat (AS) dan China.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah berjanji untuk menyampaikan opsi-opsi bagi para pemimpin Uni Eropa untuk dipertimbangkan pada pertemuan puncak 19 Maret mendatang.

Sebuah dokumen yang disiapkan untuk pertemuan itu menunjukkan bahwa Uni Eropa berupaya menjajaki langkah-langkah jangka pendek untuk membantu wilayah dan sektor yang paling terdampak, tanpa merusak undang-undang iklim jangka panjang.

"Setiap usulan perubahan legislatif tidak akan memberikan hasil secara langsung dan solusi sementara mungkin diperlukan untuk mengurangi harga energi dalam 2-5 tahun ke depan hingga transisi energi bersih mengurangi tekanan pada harga listrik seperti yang telah terlihat di beberapa wilayah," demikian bunyi dokumen itu.

Selain itu, Komisi Eropa akan mempertimbangkan biaya jaringan yang mencakup sekitar 18 persen dari tagihan listrik industri, dan pajak serta pungutan nasional, serta biaya karbon, yang mencakup sekitar 11 persen dari tagihan.

Dokumen itu juga mencatat bahwa pemerintah kurang memanfaatkan alat yang ada untuk memangkas tagihan energi perusahaan, termasuk bantuan negara untuk mengimbangi biaya karbon dan kontrak perbedaan yang menjamin konsumen industri mendapatkan harga listrik yang stabil.

Dikatakan, jika pasokan energi terganggu lebih lanjut, Brussel harus siap untuk memperkenalkan langkah-langkah untuk mendorong konsumen menggunakan lebih sedikit energi, seperti yang dilakukan pada 2022 ketika Rusia memangkas pengiriman gas.

KEYWORD :

Harga Minyak Naik Perang AS vs Iran Uni Eropa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :