Ilustrasi asap kebakaran hutan (File: Abdelaziz Boumzar/Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Asap kebakaran hutan diperkirakan akan menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Amerika Serikat dalam beberapa dekade mendatang.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan polusi udara dari kebakaran hutan dapat menyebabkan puluhan ribu kematian setiap tahun jika pemanasan global terus meningkat.
Dikutip dari Earth, dalam beberapa tahun terakhir, asap dari kebakaran hutan semakin sering menyelimuti berbagai wilayah di Amerika Serikat, bahkan hingga ribuan kilometer dari lokasi kebakaran. Fenomena ini membuat jutaan orang terpapar udara berbahaya meskipun mereka tidak tinggal di dekat titik api.
Penelitian terbaru memperkirakan bahwa jika suhu global naik sekitar 3°C atau 5,4°F, asap kebakaran hutan dapat menyebabkan sekitar 64.000 kematian per tahun di Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan lonjakan drastis dibandingkan kondisi antara 2011 hingga 2020.
Peneliti utama dari Stony Brook University, Minghao Qiu, menjelaskan bahwa suhu yang semakin hangat memperpanjang musim kebakaran dan meningkatkan penyebaran asap ke wilayah yang lebih luas. Kondisi tersebut membuat paparan polusi udara dari kebakaran hutan menjadi semakin sering dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Menurut penelitian tersebut, jumlah kematian akibat asap kebakaran hutan diproyeksikan meningkat sekitar 60 persen dibandingkan dekade sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan ancaman kesehatan yang semakin serius seiring perubahan iklim global.
Asap kebakaran hutan mengandung campuran gas beracun dan partikel sangat kecil yang dikenal sebagai PM2.5. Partikel ini cukup kecil untuk menembus jauh ke dalam paru-paru bahkan masuk ke aliran darah, sehingga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius.
Badan lingkungan Amerika Serikat, U.S. Environmental Protection Agency, menyebutkan paparan asap kebakaran hutan dapat memicu serangan jantung, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko kematian dini. Dampak ini terutama berbahaya bagi orang dengan penyakit jantung atau gangguan pernapasan.
Ancaman tersebut tidak hanya dirasakan di daerah yang dilanda kebakaran. Angin dapat membawa asap ratusan hingga ribuan kilometer sehingga komunitas yang jauh dari lokasi kebakaran tetap berisiko menghirup udara berbahaya selama berhari-hari.
Dalam peringatan kesehatan tahun 2023, Centers for Disease Control and Prevention juga menegaskan bahwa asap kebakaran hutan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat meskipun kebakaran terjadi jauh dari tempat tinggal mereka. Kondisi ini membuat polusi asap kebakaran menjadi ancaman regional bahkan nasional.
Kelompok masyarakat tertentu menghadapi risiko yang lebih tinggi terhadap dampak asap tersebut. Lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru termasuk kelompok paling rentan terhadap paparan polusi ini.
Penelitian tersebut tidak hanya melihat luas wilayah yang terbakar, tetapi juga memetakan bagaimana asap bergerak dan memengaruhi kesehatan manusia. Para peneliti memodelkan pergerakan asap di seluruh Amerika Serikat lalu menggabungkannya dengan data populasi untuk memperkirakan jumlah kematian tambahan setiap tahun.
Untuk memastikan hasil analisis fokus pada dampak perubahan iklim, penelitian ini menggunakan data populasi saat ini tanpa memperhitungkan pertumbuhan atau migrasi di masa depan. Dengan cara ini, para peneliti dapat mengisolasi pengaruh pemanasan global terhadap peningkatan risiko kesehatan.
Model penelitian juga mempertimbangkan hubungan antara kebakaran hutan dan perubahan vegetasi. Setelah kebakaran besar, jumlah bahan bakar alami seperti pepohonan memang berkurang sementara waktu, namun dalam jangka panjang perubahan iklim tetap mendorong aktivitas kebakaran yang lebih sering.
Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun efek tersebut diperhitungkan, aktivitas kebakaran hutan dan polusi asap tetap diproyeksikan meningkat seiring kenaikan suhu global. Artinya, risiko kesehatan akibat asap kebakaran akan terus bertambah jika pemanasan global tidak ditekan.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya target pembatasan pemanasan global. Jika kenaikan suhu dapat ditekan hingga sekitar 1,5°C, jumlah kematian akibat asap kebakaran dapat berkurang sekitar 11.600 kasus per tahun.
Bahkan jika pemanasan global mencapai 2°C, jumlah kematian tetap dapat berkurang sekitar 8.900 kasus per tahun dibandingkan skenario pemanasan 3°C. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan iklim memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Para peneliti juga menghitung dampak ekonomi dari polusi asap kebakaran hutan. Mereka memperkirakan setiap tambahan satu ton emisi karbon dioksida dapat menimbulkan kerugian kesehatan sekitar 11,20 dolar AS akibat paparan asap kebakaran.
Ketika dampak ini dimasukkan dalam perhitungan biaya karbon, nilai kerugian domestik akibat emisi karbon di Amerika Serikat meningkat sekitar 74 persen. Artinya, polusi asap kebakaran hutan dapat secara signifikan memperbesar biaya sosial dari perubahan iklim.
Selama ini banyak model kebijakan iklim belum memasukkan dampak kesehatan dari asap kebakaran hutan. Padahal, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa polusi asap memiliki konsekuensi kesehatan dan ekonomi yang sangat besar.
Meski demikian, para ilmuwan mengakui bahwa proyeksi tersebut masih memiliki ketidakpastian. Dalam skenario pemanasan 3°C, jumlah kematian akibat asap kebakaran diperkirakan berada dalam rentang 33.500 hingga 112.300 kasus per tahun.
Variasi tersebut dipengaruhi banyak faktor seperti arah angin, pola cuaca, kemampuan sistem kesehatan menangani penyakit pernapasan, serta jenis material yang terbakar. Asap dari kebakaran hutan alami bisa berbeda dampaknya dibandingkan asap dari kebakaran yang melibatkan bangunan atau infrastruktur.
Meski terdapat ketidakpastian, para peneliti menilai ancaman asap kebakaran sudah cukup besar untuk menjadi perhatian serius dalam kebijakan iklim global. Mengurangi emisi gas rumah kaca melalui kebijakan energi dan transportasi bersih dapat membantu menekan risiko kesehatan di masa depan. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Asap Karhutla Kebakaran Hutan Kenaikan Suhu Global



























