Sabtu, 07/03/2026 19:53 WIB

Mengapa Bacaan I`tidal Bisa Berbeda? Begini Penjelasannya





I`tidal, yakni posisi bangkit dari ruku` menuju berdiri tegak sebelum sujud.

Ilustrasi seseorang menunaikan salat (Foto: Unsplash/Imad Alassiry)

Jakarta, Jurnas.com - Perbedaan bacaan iktidal dalam salat sering kali menjadi pertanyaan di kalangan umat Islam.

I`tidal, yakni posisi bangkit dari ruku’ menuju berdiri tegak sebelum sujud, merupakan salah satu rukun fi`liyah dalam salat yang memiliki berbeda.

Dalam shalat dikenal istilah takbir intiqâl, yakni kesunahan mengucapkan kalimat takbir الله اكبر setiap kali perpindahan gerak.

Ada satu yang berbeda, yakni ketika bangun dari ruku’, bukanlah kalimat takbir yang sunah diucapkan, melainkan kalimat tasmi’ سمع الله لمن حمده.

Dilansir dari NU Online, Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I’anatut Thalibin (Beirut: Darul Fikr, 1997) meriwayatkan sebuah kisah yang menjadi penyebab perbedaan kesunahan ucapan ketika bangun dari ruku’ ini sebagai berikut:

والسبب في سن سمع الله لمن حمده: أن الصديق رضي الله عنه ما فاتته صلاة خلف رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قط، فجاء يوما وقت صلاة العصر فظن أنه فاتته مع رسول الله - صلى الله عليه وسلم -، فاغتم بذلك وهرول ودخل المسجد فوجده - صلى الله عليه وسلم - مكبرا في الركوع، فقال: الحمد لله. وكبر خلفه - صلى الله عليه وسلم -. فنزل جبريل والنبي - صلى الله عليه وسلم - في الركوع، فقال يا محمد، سمع الله لمن حمده. … اجعلوها في صلاتكم عند الرفع من الركوع، - وكان قبل ذلك يركع بالتكبير ويرفع به - فصارت سنة من ذلك الوقت ببركة الصديق رضي الله عنه.

Artinya, "Sebab kesunahan ucapan سمع الله لمن حمده ialah bahwasanya sahabat Abu Bakar As-Shiddiq RA tidak pernah sama sekali tertinggal shalat berjama’ah di belakang Rasulullah SAW. Hingga pada suatu ketika, saat shalat ashar, Sahabat Abu Bakar RA tertinggal shalat bersama Rasulullah SAW. Sahabat Abu Bakar sangat bersedih dan bergegas masuk masjid.

Sampai di masjid, ia masih bisa menemui ruku‘ Rasulullah, maka ia berucap: “Alhamdulillah” sebagai bentuk pujian terhadap Allah, lantas takbiratul ihram dan shalat di belakang Rasulullah SAW.

Jibril kemudian turun saat Nabi sedang ruk` sambil berkata: “Wahai Muhammad, ucapkan سمع الله لمن حمده . `Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.` …baca kalimat itu setiap shalat saat bangun dari ruku‘.

KEYWORD :

Bacaan I`tidal Fikih Salat Riwayat Nabi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :