Ilustrasi sedang berdoa saat malam Lailatur Qadar (Foto: Baznas)
Jakarta, Jurnas.com - Malam Lailatul Qadar menjadi malam paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, selama bulan Ramadan. Malam ini dikenal sebagai Malam Seribu Bulan karena ibadah yang dilakukan pahalanya jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Secara etimologi, Lailatul Qadar berarti malam penetapan atau pengaturan, sehingga malam ini dipahami sebagai saat Allah SWT menetapkan takdir setiap makhluk untuk tahun mendatang. Takdir tersebut mencakup urusan hidup dan mati, rizki, serta peristiwa penting yang akan terjadi sepanjang tahun.
Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama dab Baznas, Lailatul Qadar disebutkan dalam Al-Qur`an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qadr, ayat 3: "Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan" (QS. Al-Qadr: 3).
Leeds United Minta Fans Hormati Jeda Buka Puasa
Ibadah yang dilakukan pada malam ini memiliki pahala yang lebih besar dibandingkan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan. Dengan kata lain, siapa pun yang dapat menghidupkan malam ini dengan ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur`an, berdzikir, berdoa hingga bersedekah akan mendapatkan pahala yang tak terbayangkan, jauh melebihi waktu hidupnya.
Lailatul Qadar juga merupakan malam yang penuh dengan kedamaian dan keselamatan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qadr ayat 5: "Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar" (QS. Al-Qadr: 5). Bagi mereka yang menghidupkan malam ini dengan ibadah, malam tersebut dipenuhi dengan ketenangan hati, jauh dari gangguan setan dan perasaan cemas.
Pada malam Lailatul Qadar, Allah memberikan kesempatan besar untuk pengampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari, no. 1901; Muslim, no. 760).
Para malaikat juga turun pada malam Lailatul Qadar untuk mendoakan dan mengucapkan salam kepada setiap hamba yang menghidupkan malam itu dengan ibadah. Rasulullah SAW bersabda: "Jika tiba Lailatul Qadar, malaikat Jibril turun bersama rombongan malaikat dan mendoakan serta mengucapkan salam kepada setiap hamba yang berdiri atau duduk berdzikir mengingat Allah" (HR. Al-Baihaqi).
Tiga Sahabat Nabi yang Wafat Saat Bulan Ramadan
Rasulullah SAW menekankan pentingnya malam ini sebagai kesempatan pengampunan dosa. Beliau bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari & Muslim).
Meskipun tidak disebutkan secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa malam ini kemungkinan besar terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Beliau bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan" (HR. Bukhari). Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan harapan mendapatkan malam yang penuh berkah ini. (*)
Wallohu`alam
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Lailatul Qadar Bulan Ramadan Malam Ganjil Malam Seribu Bulan Puasa Ramadan
























