Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, mengatakan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam merupakan salah satu ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Menurut dia, saat ini kian masif fenomena scroll society atau kebiasaan terus menggulir informasi, tanpa sempat memahami secara utuh makna di dalamnya, yang tengah terjadi pada generasi muda di Indonesia.
"Masyarakat saat ini mahir mengusap layar namun tidak mencerna makna, yang berujung pada rendahnya Digital Civility Index," kata Mendikdasmen dalam siaran pers di Jakarta pada Jumat (6/3).
Ketergantungan pada konten instan dinilai menimbulkan ancaman bagi generasi muda. Termasuk, mengakibatkan proses berfikir yang lambat akibat terbiasa dengan informasi singkat tanpa analisis.
Selain itu, fenomena ini membuat anak lamban dalam eksekusi dan kehilangan inisiatif di dunia nyata, serta dan menjadi generasi yang lemah atau mudah menyerah dan memilih mengadu di media sosial daripada mencari solusi konkret.
Karena itu, Kemdikdasmen mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam agenda pembelajaran. Pendekatan ini menekankan kedalaman pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari melalui tiga prinsip, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna) dan joyful (menggembirakan).
"Kita mendorong agar siswa tidak mengejar banyaknya materi saja, yang lebih penting adalah memastikan siswa benar-benar memahami apa yang dipelajari," ujar Menteri Mu`ti.
Dia melanjutkan bahwa Kemdikdasmen terus memperkuat dukungan bagi peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui kebijakan Satu Hari Belajar Guru, yang memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kapasitas dan memperbarui metode pembelajaran. Guru juga diupayakan agar menjadi guru wali, yang mendampingi murid dan bukan sekadar penegak disiplin.
"Di dunia kerja sekarang, yang paling penting adalah kemampuan berpikir analitis. Kemampuan lainnya seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas adalah hal yang mendasar," kata dia.
"Selain itu, kemampuan di bidang AI dan Koding juga menjadi prioritas. Oleh sebab itu, kita ajarkan hal ini sejak di sekolah," dia menambahkan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pembelajaran Mendalam Menteri Abdul Mu`ti Kebijakan Kemdikdasmen






















