Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat menerima audiensi Bupati Luwu Timur, Irawan Bachri Syam di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (Foto: Humas Kementrans)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendukung pengembangan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sebagai sentra tanaman pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Bupati Luwu Timur, Irawan Bachri Syam di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (5/3). Wamentrans menegaskan bahwa kawasan transmigrasi harus mampu menjadi wilayah produktif yang berkontribusi terhadap kebutuhan pangan nasional.
“Kawasan transmigrasi harus produktif dan menjadi sentra tanaman pangan,” ujarnya.
Menurut Viva Yoga, kawasan transmigrasi Mahalona di Kecamatan Towuti memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi tanaman pangan, khususnya beras, sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
“Kawasan ini masuk dalam 154 kawasan prioritas Kementrans,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan potensi pertanian di kawasan tersebut, Viva Yoga mendukung percepatan program cetak sawah di Luwu Timur. Namun ia menegaskan program tersebut harus ditopang dengan infrastruktur pendukung yang memadai, terutama bendungan dan jaringan irigasi.
“Terkait infrastruktur pendukung yang besar, Kementrans akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum”, ucap pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu.
Menurutnya, sistem pertanian yang masih mengandalkan tadah hujan belum cukup maksimal untuk meningkatkan produktivitas panen. Karena itu pembangunan irigasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program cetak sawah.
“Ini juga menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.
Viva Yoga juga menegaskan bahwa kawasan transmigrasi selama ini telah memberikan kontribusi penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional sehingga pengembangannya harus terus diperkuat.
Dalam upaya meningkatkan potensi pertanian dan kesejahteraan masyarakat transmigran, Kementerian Transmigrasi telah mengalokasikan anggaran bagi Kabupaten Luwu Timur.
“Dalam TA 2025, Luwu Timur mendapat bantuan sebesar Rp11,3 miliar,” ujarnya.
Sementara untuk dukungan anggaran tahun berikutnya masih dalam proses pembahasan.
“Untuk bantuan TA 2026 masih dalam pembahasan,” ujar mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.
Selain pembangunan infrastruktur, Viva Yoga juga mengingatkan pentingnya kepastian status lahan transmigrasi. Pemerintah daerah diminta memastikan lahan yang disiapkan tidak bermasalah secara hukum.
“Jangan tumpang tindih dengan lahan milik pihak lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan, apabila terdapat kawasan transmigrasi yang berada di kawasan hutan, pemerintah memiliki dasar hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Ini merupakan dukungan politik dari Komisi V DPR,” ujarnya.
Kesepakatan tersebut diperkuat melalui rapat kerja antara Komisi V DPR dengan Kementerian Transmigrasi serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Bila ada konflik lahan harus cepat diselesaikan”, ujar Viva Yoga.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin konflik lahan seperti yang terjadi di eks lokasi transmigrasi Bekambit, Desa Rawa Indah, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terulang kembali.
“Masalah ini kita tuntaskan dengan berkoordinasi bersama Kementerian ATR/BPN dan Kementerian ESDM”, ungkapnya.
Sebelumnya, dalam audiensi tersebut, Bupati Irawan Bachri Syam menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi Mahalona memiliki potensi besar untuk pengembangan berbagai komoditas seperti tanaman pangan, lada, dan buah naga.
Ia juga menjelaskan bahwa Luwu Timur mendapat amanat untuk melakukan cetak sawah seluas 1.000 hektare.
“Potensinya bisa mencapai 20.000 Ha”, ungkap Irawan Bachri.
Namun potensi tersebut masih menghadapi kendala infrastruktur dasar yang belum memadai.
“Infrastruktur yang ada sudah tidak memadai”, ujarnya.
Karena itu, pemerintah daerah berharap adanya dukungan pembangunan agar kawasan tersebut dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan transmigran serta masyarakat sekitar.
“Luwu Timur selalu menerima transmigran dan kami tetap membutuhkan transmigran guna membangun daerah”, tegasnya
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Luwu Timur Sentra tanaman pangan Ketahanan Pangan

















