Jum'at, 06/03/2026 15:24 WIB

Lebaran 2026, Diprediksi 353 Ribu Kendaraan Nyeberang dari Sumatera ke Jawa





Posko Angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung 13–31 Maret 2026

Pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung. Foto: asdp/jurnas

BAKAUHENI, Jurnas.com – Selama arus mudik Lebaran 1447H/2026, sebanyak 108.952 penumpang pejalan kaki dan 353.901 kendaraan diperkirakan akan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Lintasa penyeberangan tersibuk nasional yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa tersebut merupakan jalur vital dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik nasional.

Pada Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 57 unit kapal siap beroperasi melayani penyeberangan di lintasan utama Bakauheni–Merak. Dengan armada tersebut, selama periode layanan diproyeksikan akan berlangsung 2.949 trip kapal untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik.

Jika dibandingkan dengan Angkutan Lebaran 2025, pergerakan dari Sumatera menuju Jawa untuk penumpang diperkirakan naik 11,2 persen, kendaraan meningkat 10,5 persen, sementara jumlah trip kapal bertambah sekitar 7 persen.

“Pengaturan jadwal operasi kapal, kapasitas layanan, hingga manajemen lalu lintas penyeberangan merupakan kewenangan regulator yakni KSOP ataupun BPTD. ASDP sebagai operator mendukung penuh kebijakan tersebut melalui koordinasi intensif agar layanan selama Angkutan Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni Partogi Tamba melalui keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Posko Angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung 13–31 Maret 2026, dengan dinamika arus yang cukup tinggi karena beririsan dengan dua momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi pada 18–19 Maret 2026 serta Hari Raya Idul Fitri pada 21–22 Maret 2026.

 

Kolaborasi

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menambahkan, keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi dalam mengatur arus mobilitas masyarakat di pelabuhan. “Sinergi antara regulator, operator, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama periode Lebaran,” ujar Windy.

Untuk mengantisipasi kepadatan pada masa arus balik, pengaturan operasional akan diterapkan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi. Pada periode 23–29 Maret 2026, Pelabuhan Bakauheni diprioritaskan melayani penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan I hingga VI A menuju Pelabuhan Merak.

Sementara itu, kendaraan logistik besar golongan V B hingga IX akan dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Muara Pilu menuju Bojonegara guna mengurangi potensi kepadatan di lintasan utama.

Penjualan tiket kendaraan logistik tersebut juga dihentikan sementara di Pelabuhan Bakauheni untuk keberangkatan mulai 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selama periode tersebut juga diberlakukan kebijakan tarif satu harga (single tarif) yang berlaku sebagai tarif regular.

Untuk mendukung operasional Angkutan Lebaran, ASDP juga menyiapkan 786 personel operasional serta memperkuat berbagai fasilitas layanan seperti buffer zone, sistem delaying, CCTV, layanan kesehatan 24 jam, dan optimalisasi waktu sandar kapal (port time) guna memastikan operasional berjalan lancar.

KEYWORD :

Lebaran 2026 Angkutan penyeberangan Partogi Tamba




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :