Jum'at, 06/03/2026 07:03 WIB

Israel Langgar Aturan! WHO Sebut Fasilitas Kesehatan Iran Diserang





Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan Israel dalam serangan terhadap Iran.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri pengarahan ACANU di Jenewa, Swiss, 15 Desember 2023. REUTERS

Jenewa, Jurnas.com - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan Israel dalam serangan terhadap Iran.

Hingga saat ini, terverifikasi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Iran, di tengah perang gabungan AS-Israel. Tedros juga menemukan bahwa empat petugas kesehatan tewas dan 25 lainnya terluka.

"Diperkirakan 100.000 orang telah meninggalkan Iran dan di Lebanon, lebih dari 60.000 orang telah mengungsi," kata Tedros dikutip dari Reuters pada Jumat (6/3).

Sementara itu, juru bicara WHO, Dr. Hanan Balkhy menambahkan bahwa empat ambulans di Iran juga terkena dampak, dan bahwa rumah sakit serta fasilitas kesehatan lainnya mengalami kerusakan ringan akibat serangan di dekatnya.

"Hingga saat ini, untuk Iran kami telah memverifikasi 13 serangan terhadap fasilitas kesehatan, yang mengakibatkan 3 kematian dan tidak ada korban luka. Untuk Lebanon, kami sekarang telah memverifikasi tiga serangan yang mengakibatkan tiga kematian dan enam korban luka," ujar dia.

Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, dalam suratnya kepada Tedros awal pekan ini, menuduh bahwa 10 fasilitas telah terkena serangan militer.

Balkhy mengatakan bahwa pusat logistik WHO di Dubai, yang menyediakan pasokan kesehatan ke puluhan negara, untuk sementara tidak beroperasi karena pembatasan transportasi di wilayah tersebut.

Seorang juru bicara dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah juga mengatakan pada Kamis (5/3) kemarin bahwa tiga pekerjanya telah terluka dalam serangan militer sejak 28 Februari di Iran.

KEYWORD :

Pelanggaran Aturan Perang Perang Israel vs Iran Tedros Adhanom Ghebreyesus




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :