Jum'at, 06/03/2026 08:14 WIB

Trump Minta Netanyahu Dibebaskan dari Kasus: Agar Fokus Perang





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Presiden Israel, Isaac Herzog, membebaskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari tuduhan korupsi.

Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, AS, 29 September 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Presiden Israel, Isaac Herzog, membebaskan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari tuduhan korupsi.

Menurut politisi Partai Republik ini, seharusnya seorang perdana menteri tidak memikirkan hal lain selain perang melawan Iran, yang saat ini sedang dilakukan kedua negara.

"Presiden Herzog harus memberikan pengampunan kepada Bibi hari ini. Saya tidak ingin ada hal lain yang mengganggu Bibi selain perang dengan Iran. Herzog memalukan. Dia berjanji kepada saya lima kali untuk memberikan pengampunan kepada Bibi," kata Trump dikutip dari Reuters pada Jumat (6/3).

Sebagai balasan, kantor Presiden Isaac Herzog mengatakan bahwa sementara Israel sedang berperang, dia tidak menangani masalah permintaan pengampunan Netanyahu.

Herzog menambahkan bahwa dia sangat menghormati kontribusi Trump terhadap keamanan Israel dan posisinya terhadap Iran, tetapi Israel adalah negara berdaulat yang menjunjung tinggi supremasi hukum.

"Presiden akan memeriksa permintaan tersebut sesuai dengan hukum, demi kepentingan negara, hati nuraninya, dan bebas dari tekanan internal atau eksternal apapun," demikian pernyataan dari kantor Herzog.

Diketahui, Netanyahu menjadi perdana menteri Israel pertama yang masih menjabat yang didakwa melakukan kejahatan dan membantah tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan yang berasal dari dakwaannya pada 2019.

Trump beberapa kali meminta Presiden Isaac Herzog untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu. Netanyahu juga mengajukan permohonan pengampunannya bulan November lalu.

KEYWORD :

Netanyahu Korupsi Presiden Donald Trump Presiden Isaac Herzog




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :