Jum'at, 06/03/2026 05:15 WIB

Trump Bikin Proyek Renovasi Aneh di Gedung Putih, Ada Apa?





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melakukan renovasi besar-besaran di sejumlah gedung penting di Washington, termasuk Gedung Putih

Pemandangan Gedung Putih di Washington, AS, pada 20 Juli 2024 (Foto: REUTERS)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melakukan renovasi besar-besaran di sejumlah gedung penting di Washington, termasuk Gedung Putih, Independence Arch, Ruang Oval, hingga Kennedy Center.

Dikutip dari Reuters, ini merupakan proyek paling dramatis yang pernah dilakukan oleh seorang presiden AS sejak Theodore Roosevelt, yang dulu mempelopori perombakan struktural National Mall pada awal tahun 1900-an. Pada tahun 1950-an, Harry Truman merombak dan membangun kembali Gedung Putih.

Dalam proyek tersebut, Trump mengalokasikan USD$400 juta atau Rp6,7 triliun untuk membuat ruang dansa seluas 90.000 kaki persegi atau 8.360 meter. Ini akan menjadi lantai dansa terbesar yang pernah ada, sekaligus menyamai luasan Gedung Putih.

Meski Trump memastikan bahwa proyek renovasi tersebut akan didanai oleh individu dan perusahaan konglomerat, namun antusiasmenya tidak banyak dirasakan oleh publik AS.

Dia justru menghadapi kecaman publik sejak merobohkan Sayap Timur untuk memberi ruang bagi bangunan tersebut. Dan sejak itu, Trump berjanji tidak akan mengulangi keputusan aneh itu.

Sebuah jajak pendapat Washington Post-ABC News-Ipsos pada Oktober 2025 mempublikasikan bahwa 56 persen warga Amerika menentang proyek tersebut, sementara 28 persen mendukungnya.

Para penentang proyek mengkritik hilangnya Sayap Timur yang menampung kantor ibu negara dan bioskop Gedung Putih, dan menyuarakan kekhawatiran bahwa hal itu dapat secara visual mengalahkan bangunan utama.

Pengerjaan proyek juga menimbulkan kebisingan konstruksi setiap hari di antara Gedung Putih dan Departemen Keuangan, gangguan yang kemungkinan akan berlanjut selama sebagian besar dari tiga tahun sisa masa jabatan Trump.

Ini bukan kali pertama Trump mengotak-atik Gedung Putih. Saat kembali terpilih pada Januari 2025, dia mengubah dekorasi Ruang Oval dengan aksen emas, patung-patung kecil, potret tokoh-tokoh Amerika terkenal, dan salinan Deklarasi Kemerdekaan.

Patung dada Abraham Lincoln dan Benjamin Franklin kini diletakkan di atas meja dekat mejanya. Banyaknya pernak-pernik tersebut membuat ruangan itu terasa berantakan dan seperti perpustakaan tua dibandingkan dengan gaya presiden-presiden sebelumnya.

Di dalam Gedung Putih, Trump juga membongkar kamar mandi bergaya retro dengan ubin hijau di Kamar Tidur Lincoln, dan menggantinya dengan versi modern yang menampilkan marmer putih dan hitam.

Kamar mandi Lincoln yang berubin hijau itu berasal dari renovasi Gedung Putih Truman pada tahun 1950-an era Presiden George W. Bush. Dan sebelum direnovasi oleh Trump, kamar mandi itu tetap terawat dengan baik.

KEYWORD :

Renovasi Presiden AS Donald Trump Gedung Putih Lantai Dansa Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :