Gedudng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi (Foto: minanews)
Jakarta, Jurnas.com - Menanggapi eskalasi situasi keamanan di Uni Emirat Arab (UEA) menyusul adanya serangan misil dan drone, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai secara resmi merilis saluran komunikasi darurat (hotline) sebagai poin utama bagi Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).
Masyarakat Indonesia diimbau untuk segera mencatat dan menghubungi nomor bantuan jika menghadapi kendala atau keadaan darurat medis. Untuk wilayah Abu Dhabi, WNI dapat menghubungi nomor (+971) 566156259, sementara bagi mereka yang berada di wilayah Dubai dapat mengakses nomor (+971) 564170333 atau (+971) 56-3322611.
Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi, Muhammad Sadri, menegaskan bahwa ketersediaan saluran komunikasi ini menjadi vital di tengah status keamanan yang saat ini berada pada level Siaga 3.
WNI diminta untuk memastikan perangkat komunikasi mereka selalu dalam kondisi aktif dan memiliki daya baterai yang cukup. Selain nomor resmi perwakilan RI, masyarakat juga diingatkan untuk menyimpan nomor layanan darurat lokal UEA, yakni 999 untuk polisi, 998 untuk ambulans, dan 997 untuk pemadam kebakaran.
Segala bentuk kerusakan properti atau kegawatdaruratan medis harus segera dilaporkan ke otoritas setempat dan diinformasikan ke hotline perwakilan RI terdekat.
Terkait kondisi di lapangan, Sadri melaporkan bahwa meskipun pertahanan udara UEA berhasil mengintersepsi sebagian besar serangan, masyarakat tetap diinstruksikan untuk melakukan shelter in place atau tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
"Kami mengimbau warga menjauhi jendela atau material kaca dan berada di ruangan bagian dalam rumah saat terdengar suara ledakan atau peringatan di ponsel," jelasnya.
Tajir Gara-gara Konser Selalu Sold Out, Taylor Swift Tolak Rp 144 Miliar Tampil di Uni Emirat Arab
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 81 ribu WNI bermukim di UEA. Bagi warga yang belum melakukan lapor diri, pihak KBRI sangat menyarankan untuk segera mendaftar melalui portal resmi peduliwni.kemlu.go.id guna mempermudah pendataan dan evakuasi jika status keamanan meningkat menjadi Siaga 1.
Mengenai mobilitas warga, saat ini penerbangan mulai dibuka secara terbatas dengan pengawasan ketat. KBRI juga terus memonitor kondisi 57 WNI yang sempat terdampar (stranded) sejak akhir Februari lalu, di mana sebagian besar telah berhasil dipulangkan secara bertahap.
Sadri memastikan bahwa pemerintah akan terus mendampingi WNI yang ingin pulang secara mandiri maupun yang masih bertahan.
Informasi terkini dan sosialisasi langkah-langkah keselamatan akan terus diperbarui melalui media sosial resmi @indonesiainabudhabi serta melalui pertemuan daring secara berkala untuk memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan maksimal di tengah situasi yang dinamis ini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KBRI Abu Dhabi KJRI Dubai Hotline Darurat WNI di Timur Tengah Emirat Arab



























