Jum'at, 06/03/2026 02:31 WIB

PBB: Konflik Timur Tengah Hambat Pasokan Bantuan Kemanusiaan





Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengeluarkan peringatan serius terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memburuk.

Rudal Iran menghantam Tel Aviv, Israel (Foto: AP)

Beirut, Jurnas.com - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengeluarkan peringatan serius terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memburuk.

Gangguan signifikan pada jalur pelayaran dan distribusi logistik kini menjadi hambatan utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

Dalam laporan terbarunya, OCHA menekankan bahwa hambatan ini tidak hanya membatasi ruang gerak relawan, tetapi juga mengancam ketahanan pangan warga sipil.

Kondisi di Lebanon menjadi perhatian utama setelah otoritas setempat melaporkan lebih dari 50 korban jiwa dan ratusan luka-luka akibat serangan udara Israel dalam dua hari terakhir.

"Warga sipil terus mengungsi, sering kali hanya dengan pakaian yang mereka kenakan dan barang-barang yang dapat mereka bawa. Sejak pecahnya konflik tersebut, setidaknya 80.000 orang telah mengungsi di tempat-tempat penampungan kolektif, menurut otoritas setempat. Namun, angka ini hanya mewakili sebagian kecil dari jumlah total orang yang telah mengungsi," sebut OCHA, dikutip pada Jumat (6/3).

Situasi di Lebanon dan Perintah Evakuasi Serangan yang menghantam wilayah Lebanon selatan hingga pinggiran Beirut telah memicu gelombang pengungsian besar-besaran.

Lebih lanjut, situasi semakin pelik setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi paksa di seluruh wilayah selatan Sungai Litani yang dihuni ratusan ribu warga.

Meski dalam kondisi berbahaya, relawan kemanusiaan terus berupaya mendistribusikan kebutuhan dasar. "Mitra-mitra kemanusiaan bekerja secara erat dengan otoritas nasional dan lokal.

Tim tanggap cepat sedang mengevaluasi kebutuhan dan mendistribusikan pasokan darurat di wilayah-wilayah terdampak dan tempat-tempat penampungan kolektif.

Sejauh ini, para mitra yang bekerja di bidang ketahanan pangan telah membagikan makanan hangat kepada lebih dari 20.000 pengungsi dan makanan siap saji kepada lebih dari 15.000 orang," tambah OCHA.

Kondisi di Jalur Gaza Sementara itu di Gaza, secercah harapan muncul setelah koordinasi kemanusiaan dengan otoritas Israel dilaporkan mulai berjalan kembali. OCHA mencatat adanya kemajuan dalam pengambilan kargo bantuan melalui perlintasan Kerem Shalom.

Namun, OCHA menggarisbawahi bahwa pembukaan satu titik saja tidaklah cukup. Lembaga tersebut mendesak pembukaan lebih banyak akses pintu masuk agar aliran bahan bakar dan kebutuhan pokok dapat masuk secara stabil dan aman ke Jalur Gaza.

KEYWORD :

Kantor PBB Urusan Kemanusiaan Timur Tengah Iran vs Amerika




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :