Kamis, 05/03/2026 21:25 WIB

Jika Manusia Punah, Makhluk Ini Diprediksi Bisa Kuasai Bumi Menurut Ilmuwan





Para ilmuwan mengatakan, jika manusia suatu hari menghilang, kehidupan di Bumi tidak akan berhenti. Alam justru akan beradaptasi dan melahirkan spesies baru

Gurita atau octopus (Foto: Pexels/Pia B)

Jakarta, Jurnas.com - Bayangan tentang Bumi tanpa manusia mungkin terasa sulit dibayangkan. Namun dalam sejarah panjang kehidupan di planet ini, tidak ada satu pun spesies yang bertahan selamanya. Cepat atau lambat, semua makhluk hidup menghadapi kepunahan.

Para ilmuwan mengatakan bahwa jika manusia suatu hari menghilang, kehidupan di Bumi tidak akan berhenti. Alam justru akan beradaptasi dan kemungkinan besar melahirkan spesies baru yang mengisi “kekosongan” peran manusia dalam ekosistem.

Yang mengejutkan, kandidat terkuat penguasa Bumi di masa depan mungkin bukan mamalia atau primata, melainkan gurita.

Bumi Setelah Manusia

Menurut profesor biologi evolusi dari University of Oxford, Tim Coulson, kehidupan di Bumi akan terus berkembang meskipun manusia tidak lagi ada.

Dalam bukunya, The Universal History of Us, Coulson menelusuri perjalanan kehidupan dari awal hingga kemungkinan masa depan evolusi. Ia menekankan bahwa evolusi selalu mendorong perubahan spesies agar lebih mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Mutasi genetik terus terjadi dari generasi ke generasi. Sebagian besar mutasi memang merugikan, tetapi sebagian kecil memberi keuntungan bagi kelangsungan hidup. Mutasi yang menguntungkan ini kemudian diwariskan dan semakin umum dalam populasi.

Menurut Coulson, proses inilah yang membuat kehidupan terus berubah. “Kepunahan adalah nasib semua spesies, termasuk manusia,” ujarnya.

Siapa yang Akan Menggantikan Manusia?

Selama ini banyak orang berasumsi bahwa primata—kerabat dekat manusia—akan menjadi kandidat utama jika manusia punah.

Namun Coulson menilai hal itu belum tentu terjadi. Primata sangat bergantung pada struktur sosial yang kompleks, seperti berburu bersama, merawat sesama, dan mempertahankan kelompok. Ketergantungan ini justru bisa menjadi kelemahan jika terjadi perubahan lingkungan besar.

Karena itu, Coulson mengajukan kandidat lain yang jauh lebih tak terduga: gurita atau octopus.

Mengapa Gurita?

Octopus dikenal sebagai salah satu hewan paling cerdas di laut. Beberapa kemampuan mereka bahkan sering membuat ilmuwan takjub, seperti: mampu memecahkan masalah kompleks; menggunakan alat sederhana; membuka wadah atau toples untuk mengambil makanan; berkomunikasi melalui perubahan warna tubuh; dan memiliki sistem saraf yang sangat unik.

Berbeda dengan kebanyakan hewan, gurita memiliki sistem saraf terdesentralisasi, artinya sebagian “kendali” saraf berada di lengannya, bukan hanya di otak.

Coulson juga menyebut beberapa gurita di laboratorium pernah melarikan diri dari akuarium pada malam hari untuk menjelajah tangki lain.

Kemampuan adaptasi dan kecerdasan inilah yang membuat gurita dianggap memiliki potensi evolusi yang besar.

Bisakah Gurita Menguasai Daratan?

Satu kendala utama gurita adalah mereka tidak memiliki kerangka, sehingga sulit bergerak di darat.

Namun evolusi bisa menghasilkan perubahan yang tidak terduga. Dalam skenario ekstrem, Coulson mengatakan gurita mungkin saja mengembangkan kemampuan baru, misalnya: Sistem pernapasan yang memungkinkan hidup di luar air; tubuh yang lebih kuat untuk bergerak di darat; dan kemampuan berburu hewan darat.

Jika hal itu terjadi, gurita bahkan bisa menjadi spesies cerdas dominan di Bumi.

Seperti Apa Dunia yang Dikuasai Gurita?

Sulit membayangkan seperti apa peradaban gurita di masa depan. Coulson hanya memberikan gambaran spekulatif.

Mungkin saja mereka: membangun kota bawah laut; menciptakan alat atau teknologi laut; bahkan suatu hari menjelajah daratan dengan perangkat khusus untuk bernapas.

Tidak ada yang tahu pasti. Dalam sejarah evolusi, perubahan besar sering terjadi tanpa pernah diprediksi sebelumnya.

Evolusi Selalu Penuh Kejutan

Coulson menegaskan bahwa semua ini bukanlah ramalan pasti. Evolusi dipengaruhi banyak faktor seperti: mutasi genetik acak; bencana besar; perubahan iklim; kepunahan massal.

Faktor-faktor tersebut bisa mengubah arah evolusi secara drastis. Namun satu hal yang pasti: kehidupan akan terus berlanjut, bahkan jika manusia tidak lagi ada.

Spekulasi tentang “pengganti manusia” sebenarnya bukan hanya soal masa depan, tetapi juga pengingat bahwa manusia hanyalah satu bab dalam sejarah panjang kehidupan di Bumi. (*)

Sumber: Earth

KEYWORD :

Makhluk Penguasa Bumi Kepunahan Manusia Teori Evolusi Spesies Gurita




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :