Militer Ukraina akan meluncurkan drone (Foto: AP)
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan putaran baru perundingan antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat pekan ini ditunda akibat konflik di Timur Tengah.
Menurut Zelensky, perang yang melibatkan Iran membuat situasi keamanan dan politik global berubah, sehingga pembicaraan tiga pihak belum dapat dilanjutkan.
Sementara itu, Amerika Serikat dan sejumlah sekutunya di Timur Tengah kini meminta bantuan Ukraina untuk menghadapi drone tempur Iran tipe Shahed drone.
Rusia telah menembakkan puluhan ribu drone Shahed ke wilayah Ukraina sejak menginvasi negara itu lebih dari empat tahun lalu, sehingga Kyiv memiliki pengalaman dalam menghadapi senjata tersebut.
Iran dilaporkan menggunakan jenis drone yang sama untuk menyerang target terkait operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayahnya.
Perang Iran yang kini memasuki hari keenam juga menyita perhatian dunia dari konflik Rusia-Ukraina, yang merupakan perang terbesar di Eropa sejak World War II. Pemerintah Barat dan para analis memperkirakan perang Rusia-Ukraina telah menewaskan ratusan ribu orang.
“Saat ini, karena situasi di sekitar Iran, belum ada sinyal yang diperlukan untuk pertemuan trilateral,” kata Zelensky pada Rabu malam dikutip dari Associated Press.
“Namun begitu situasi keamanan dan konteks politik secara keseluruhan memungkinkan kami melanjutkan kerja diplomatik trilateral tersebut, maka itu akan dilakukan,” dia menambahkan.
Zelensky mengungkapkan sejumlah negara telah menghubungi Ukraina untuk meminta bantuan menghadapi drone Iran. Dalam beberapa hari terakhir ia mengaku berbicara dengan para pemimpin Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait mengenai kemungkinan kerja sama.
Namun, dia menekankan bantuan tersebut hanya akan diberikan jika tidak melemahkan pertahanan Ukraina sendiri dan justru memperkuat upaya diplomatik Kyiv untuk mengakhiri invasi Rusia.
“Kami membantu mempertahankan diri dari perang bagi mereka yang membantu kami, Ukraina, membawa perang ini menuju akhir yang adil,” ujar Zelensky.
Di medan tempur, militer Ukraina belakangan mampu mendorong mundur pasukan Rusia di beberapa titik sepanjang garis depan sekitar 1.250 kilometer.
Lembaga pemikir Institute for the Study of War menyebut serangan balasan lokal Ukraina dalam dua pekan terakhir Februari berhasil merebut kembali wilayah yang lebih luas dibandingkan area yang hilang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Rusia vs Ukraina Drone Shahed Iran Volodymyr Zelensky

























