Kamis, 05/03/2026 16:55 WIB

Mengapa Rusia Tak Bantu Iran? Vladimir Putin Ungkap Alasannya





Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya buka suara terkait posisi negaranya dalam menyikapi agresi yang dihadapi Iran.

Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto: Pool via REUTERS)

 

Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya buka suara terkait posisi negaranya dalam menyikapi agresi yang dihadapi Iran.

Meski dikenal memiliki hubungan diplomatik yang erat, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak bisa serta-merta melakukan intervensi militer karena pihak Teheran sendiri memilih untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Dalam pernyataannya pada tahun lalu yang viral kembali akhir-akhir ini, Putin mengungkapkan bahwa Iran hingga kini belum pernah mengajukan permintaan bantuan resmi kepada Moskow untuk menghadapi tekanan militer dari luar.

Menurutnya, Rusia sangat menghargai kedaulatan Iran dan tidak dalam posisi untuk memaksakan bantuan keamanan.

Putin membeberkan bahwa Rusia sebenarnya sempat menawarkan kerja sama strategis dalam pengembangan sistem pertahanan udara. Namun, tawaran tersebut tidak mendapatkan respons yang signifikan dari pemerintah Iran.

"Kami sudah menawarkan kepada teman-teman kami (Iran) untuk bekerja sama dalam hal sistem pertahanan udara, tapi mereka tampaknya kurang berminat. Mereka lebih memilih untuk mengembangkannya dari dalam negeri," ujar Putin sebagaimana dikutip dari berbagai sumber media sosial, pada Kamis (5/3).

Lebih lanjut, Putin menambahkan bahwa fokus Iran saat ini adalah memperkuat kemandirian industri pertahanan lokal.

"Teman-teman Iran tidak pernah meminta bantuan kepada kita, dan kita tidak bisa memaksa akan hal itu," tegasnya.

Selain faktor ketiadaan permintaan, Putin juga mengklarifikasi mengenai isi perjanjian strategis antara Rusia dan Iran. Ia menekankan bahwa kesepakatan yang ada saat ini tidak mencakup klausul pertahanan bersama yang mewajibkan Rusia untuk turun tangan dalam konflik bersenjata secara otomatis.

Rusia menegaskan bahwa mereka tetap berpegang pada aturan internasional di mana keterlibatan militer di wilayah negara lain hanya bisa dilakukan jika ada permintaan resmi dari negara yang bersangkutan.

Hingga saat ini, Iran memang menunjukkan konsistensi untuk mengandalkan kekuatan internalnya. Negara tersebut terus memacu produksi sistem pertahanan udara mandiri guna meminimalisir ketergantungan pada kekuatan asing, termasuk dari mitra dekatnya, Rusia.

KEYWORD :

Presiden Rusia Vladimir Putin Negara Iran Amerika Serikat Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :