Kamis, 05/03/2026 13:50 WIB

Penemuan Koin Emas Berusia 1.000 Tahun Ungkap Jejak Prajurit Viking





Temuan ini memberi petunjuk baru tentang bagaimana para Viking membawa kekayaan sekaligus jimat pribadi saat berperang

Penemuan koin emas berusia 1.000 tahun di Inggris (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah koin emas berusia lebih dari 1.000 tahun yang ditemukan di Inggris diduga pernah dimiliki oleh prajurit Viking dari pasukan legendaris Great Heathen Army, kelompok penyerbu yang mengguncang Inggris pada abad ke-9. Temuan ini memberi petunjuk baru tentang bagaimana para Viking membawa kekayaan sekaligus jimat pribadi saat berperang.

Koin tersebut ditemukan pada 2024 oleh seorang pemburu logam di ladang dekat desa Elsing, Norfolk, wilayah pesisir timur Inggris yang menjadi salah satu titik awal invasi Viking pada 865. Penemuan itu kemudian didaftarkan dalam program arkeologi publik milik Portable Antiquities Scheme yang dikelola oleh British Museum dan Amgueddfa Cymru - Museum Wales.

Dikutip dari Live Science, para ahli menemukan bahwa koin tersebut sebenarnya bukan koin resmi, melainkan tiruan emas dari koin “solidus” milik penguasa Kekaisaran Karoling. Koin asli itu dicetak pada masa Louis the Pious, putra dari Charlemagne, sekitar 50 tahun sebelum invasi Viking ke Inggris.

Menurut ahli numismatika independen Simon Coupland, tiruan koin tersebut kemungkinan dibuat di wilayah Frisia, sebuah daerah yang kini mencakup Belanda utara dan sebagian Jerman barat. Ia menjelaskan bahwa koin-koin semacam ini berfungsi sebagai “kekayaan portabel” yang mudah dibawa oleh para pedagang dan prajurit di seluruh Skandinavia.

Menariknya, koin tersebut telah dimodifikasi menjadi liontin. Dua lubang kecil dibuat di bagian atas kepala figur kaisar pada koin, menandakan benda itu pernah digantung pada tali dan dipakai di leher.

Coupland menilai temuan ini kemungkinan besar merupakan milik seorang prajurit Viking yang ikut dalam invasi abad ke-9. “Temuan dari Norfolk ini merupakan spesimen yang sangat baik dibandingkan dengan kebanyakan temuan lainnya,” ujarnya, menekankan kualitas koin yang jauh lebih baik dibanding banyak temuan serupa.

Sisi lain koin menampilkan simbol salib Kristen, meski hal ini mungkin tidak terlalu berarti bagi pemilik Vikingnya. Pada masa itu, masyarakat Viking dari kerajaan Denmark dan wilayah Skandinavia lainnya belum sepenuhnya memeluk Kristen dan baru mulai beralih agama pada akhir abad ke-10.

Pasukan Viking yang diyakini membawa koin ini dikenal dalam kronik Inggris sebagai Great Heathen Army. Invasi besar tersebut dipimpin oleh kepala suku Denmark seperti Ivar the Boneless, Halfdan Ragnarsson, dan Ubba Ragnarsson, yang semuanya mengklaim sebagai putra pahlawan legendaris Ragnar Lothbrok.

Para sejarawan memperkirakan pasukan ini berjumlah antara 1.000 hingga lebih dari 5.000 prajurit. Setelah bertahun-tahun pertempuran, para pemimpin Viking akhirnya mencapai kesepakatan dengan raja Anglo-Saxon Alfred the Great pada 878.

Perjanjian itu melahirkan wilayah pemerintahan Viking yang dikenal sebagai Danelaw, sebuah kerajaan dengan hukum tersendiri yang menguasai sebagian besar Inggris timur dan utara selama lebih dari 50 tahun.

Saat ini, koin emas tersebut sedang melalui proses penyelidikan resmi untuk menentukan apakah termasuk kategori “treasure” menurut hukum Inggris. Jika dinyatakan demikian, benda tersebut kemungkinan akan diserahkan atau dijual ke museum, dengan Norwich Castle Museum disebut telah menyatakan minat untuk menyimpannya.

Bagi para arkeolog, temuan kecil ini membawa cerita besar. Sebuah koin emas yang mungkin pernah tergantung di leher seorang prajurit Viking kini menjadi saksi bisu salah satu invasi paling menentukan dalam sejarah Inggris. (*)

KEYWORD :

Penemuan Koin Emas Prajurit Viking Invasi Viking




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :