Ilustrasi Sejarah Persia Berubah Jadi Republik Islam Iran (Foto: Profarsi)
Jakarta, Jurnas.com - Tahukah Anda bahwa negara yang kini dikenal sebagai Iran atau Republik Islam Iran dulu secara internasional disebut Persia? Perubahan nama negeri kelahiran Sahabat Nabi Muhammad bernama Salman al-Farisi ini pada 1935 dan revolusi besar pada 1979 mengubah bukan hanya identitas diplomatiknya, melainkan juga sistem politik dan arah sejarahnya.
Nama Persia berakar dari “Parsa”, wilayah di barat daya yang menjadi pusat Kekaisaran Akhemeniyah di bawah kepemimpinan Cyrus the Great pada abad ke-6 SM. Istilah itu diperkenalkan oleh sejarawan Yunani dan kemudian dipakai luas oleh bangsa-bangsa Barat untuk menyebut seluruh wilayah yang kini bernama Iran.
Namun jauh sebelum dunia Barat mengenalnya sebagai Persia, penduduknya sendiri menyebut negeri itu sebagai Iran. Secara etimologis, Iran berasal dari kata “Aryānām” dalam bahasa Avesta yang berarti “tanah bangsa Arya”, istilah kultural yang telah digunakan lebih dari dua milenium.
Dikutip dari berbagai sumber, momentum perubahan nama terjadi pada 21 Maret 1935, bertepatan dengan perayaan Nowruz atau Tahun Baru Persia. Melalui dekrit diplomatik, Shah Mohammad Reza Pahlavi meminta seluruh negara asing menggunakan nama Iran dalam komunikasi resmi.
Langkah tersebut bukan sekadar pergantian istilah administratif. Ia merupakan bagian dari proyek nasionalisme dan modernisasi besar-besaran yang ingin menegaskan identitas asli bangsa sekaligus melepaskan bayang-bayang kolonialisme.
Sejumlah sejarawan juga mencatat konteks politik global saat itu, termasuk kedekatan Iran dengan Jerman pada era 1930-an. Faktor ini kerap disebut sebagai salah satu latar belakang strategis di balik penegasan nama Iran di forum internasional.
Meski demikian, istilah Persia tidak pernah benar-benar hilang. Dalam konteks budaya, dunia tetap mengenal karpet Persia, sastra Persia, hingga Teluk Persia sebagai simbol kebesaran peradaban kuno yang pernah berjaya itu.
Babak berikutnya dalam sejarah Iran terjadi pada 1979, ketika monarki digulingkan melalui revolusi besar. Saat itu Iran masih diperintah oleh Rezim Reza Pahlavi, yang mendorong modernisasi cepat dan hubungan erat dengan Barat, tetapi menghadapi kritik luas karena otoritarianisme dan ketimpangan sosial.
Gelombang protes rakyat yang dipimpin ulama Islam Syiah akhirnya memuncak dan memaksa Shah meninggalkan Iran pada Januari 1979. Tokoh sentral revolusi adalah Ruhollah Khomeini, yang kembali dari pengasingan dan menawarkan konsep wilayatul faqih atau kepemimpinan ulama dalam sistem negara.
Melalui referendum nasional pada 30–31 Maret 1979, mayoritas rakyat memilih bentuk Republik Islam. Pada 1 April 1979, Iran resmi menjadi Republik Islam Iran, mengakhiri tradisi monarki yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Konstitusi baru menetapkan struktur pemerintahan yang unik, yakni Iran tetap memiliki presiden dan parlemen yang dipilih rakyat, tetapi otoritas tertinggi berada di tangan Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) atau dikenal sebagai Rahbar. Jabatan ini pertama kali dipegang Ruhollah Khomeini atau Imam Khomeini dan sejak 1989 dijabat oleh Ayatollah Sayyid Ali Khamenei hingga mencapai kesyahidannya pada 1 Maret 2026.
Sistem ini sering disebut sebagai teo-demokrasi, karena menggabungkan pemilu dengan pengawasan religius ketat. Dewan Penjaga menyaring undang-undang dan kandidat politik agar tetap selaras dengan syariat Islam dan konstitusi negara.
Sejak revolusi, Iran berkembang menjadi aktor penting di Timur Tengah dengan pengaruh besar dalam dinamika geopolitik kawasan. Identitasnya sebagai Republik Islam membedakannya secara tegas dari era Persia monarki maupun Iran sekuler sebelum 1979.
Dengan demikian, perjalanan dari Persia ke Republik Islam Iran bukan sekadar pergantian nama atau rezim. Ia adalah transformasi identitas, dari peradaban kuno yang dikenal dunia Barat sebagai Persia, menjadi negara modern bernama Iran, lalu berevolusi menjadi republik berbasis Islam yang membentuk arah politik kawasan hingga hari ini. (*)
Sumber: iranchamber.com, iransafar.co, farhorizons.com, tappersia.com, istoryhit.com, dan berbagai sumber lainnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Republik Islam Iran Sejarah Iran Kekaisaran Persia Revolusi Islam



























