Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Foto: Dok. Parlementaria)
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman dinilai telah melukai marwah Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra. Hal itu terkait sikap arogan dan otoriter Habiburokhman dalam memimpin Komisi III DPR yang membidangi hukum.
Demikian disampaikan pengamat hukum dan politik Dr Pieter C Zulkifli, SH., MH yang juga sebagai mantan Ketua Komisi III DPR, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (4/3). Menurutnya, Habiburokhman sebagai Ketua Komisi III DPR yang mewakili partai pemerintah saat ini semestinya dapat menjaga marwah DPR dan Presiden Prabowo Subianto.
“Sekelas Ketua Kokmisi III yang mewakili partai besar, seharusnya menjaga marwah Partai Gerindra sebagai partai pemerintah bukan malah merendahkan marwah partai dan Presiden Prabowo. Apa yang dia lakukan itu melukai marwah DPR, melukai marwah Gerindra dan melukai marwah Presiden Prabowo,” kata Pieter Zulkifli.
Hal itu menyikapi sikap Habiburokhman saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahas keluhan warga mengenai akses pembangunan rumah ibadah atau musala, di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2). Saat itu, Habiburokhman mengusir perwakilan pengembang dari Direksi PT Hasana Damai Putra (HDP) dalam rapat terkait penolakan akses musala dan polemik Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah.
Pieter Zulkifli menegaskan, sikap anggota DPR dari daerah Pemlihan DKI Jakarta itu kontradiktif dengan Presiden Prabowo yang kerap menyampaikan untuk saling menghargai dan menghormati. Menurutnya, Habiburokhman tidak memberikan teladan sebagai wakil rakyat saat memimpin RDPU.
“Semenjak dia dipercaya Presiden Prabowo sebagai Ketua Komisi III, bahasa tubuh dan komunikasinya itu arogan dan otoriter. Sikap dia bertentangan dan kontradiksi dengan pernyataan Pak Prabowo yang sering disampaikan agar saling menghormati. Pak Prabowo selalu mengatakan, seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” terang Pieter Zulkifli.
Selain bersikap arogan dan otoriter dalam memimpin RDPU, kata Pieter Zulkifli, Habiburokham kerap melontarkan pernyataan yang kontroversi. Ia mencontohkan, ketika Habiburokhman melontarkan pernyataan yang menyebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai orang gagal.
“Seperti dia mengatakan Prof Mahfud itu orang gagal seharusnya tidak elok. Itu kalimat yang tidak pantas dan tidak sopan, kalimat itu seharusnya tidak patut diucapkan oleh seorang Ketua Komisi III. Seorang pimpinan Komisi III harus menjunjung tinggi etika, melalui tutur kata yang baik,” tegas Pieter Zulkifli.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Lukai Marwah Prabowo Habiburokhman Lukai Marwah Gerindra
























