Rabu, 04/03/2026 12:17 WIB

Kemenhaj Dukung Ekspor 76 Ton Bumbu Khas Indonesia ke Arab Saudi





Melalui fasilitasi ini, kami mendorong agar produk konsumsi bercita rasa Nusantara dapat menjadi bagian dari layanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi

Pelepasan ekspor perdana bumbu masak khas Indonesia ke Arab Saudi (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) mendukung ekspor perdana sebanyak 76 ton bumbu masak khas Indonesia ke Arab Saudi oleh PT Niaga Citra Mandiri, Selasa (3/3).

Direktur Fasilitas Kemitraan PE2HU Kemenhaj RI, Tri Hidayatno, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses produk nasional dalam ekosistem ekonomi haji sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar di Tanah Suci.

Ia menegaskan, dukungan terhadap ekspor produk konsumsi Nusantara tersebut tidak semata berorientasi pada aktivitas perdagangan, melainkan merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadirkan layanan haji dan umrah yang lebih adaptif terhadap kebutuhan jemaah.

“Ekonomi haji tidak hanya berkaitan dengan layanan ibadah, tetapi juga penguatan sektor usaha nasional. Melalui fasilitasi ini, kami mendorong agar produk konsumsi bercita rasa Nusantara dapat menjadi bagian dari layanan jemaah haji dan umrah di Arab Saudi,” ujar Tri dalam keterangan resmi.

Adapun ekspor perdana tersebut mencakup pengiriman sebanyak 76 ton bumbu pasta dengan berbagai varian unggulan, antara lain bumbu nasi uduk, balado, nasi goreng, nasi goreng kampung, woku, dan rujak. Produk-produk tersebut disiapkan untuk mendukung operasional dapur layanan konsumsi jemaah di Makkah dan Madinah.

Tri melanjutkan, Ditjen PE2HU secara berkelanjutan membuka ruang kemitraan dan memperluas akses pasar bagi UMKM dan pelaku usaha nasional agar dapat terlibat aktif dalam rantai pasok ekonomi haji. Perluasan akses tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku usaha naik kelas serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

“Kami berkomitmen membuka akses, memfasilitasi kemitraan, dan memastikan pelaku usaha nasional memiliki peran strategis dalam ekosistem ekonomi haji, khususnya di Arab Saudi,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan terhadap ekspor produk konsumsi jemaah ini juga mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menilai capaian tersebut sebagai tonggak penting bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menembus pasar internasional.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki daya saing global. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan keberlanjutan ekspor agar terus tumbuh,” ujarnya.

Dalam rantai distribusi, Ali Asia Food berperan sebagai mitra strategis yang memastikan produk konsumsi Nusantara tersalurkan secara efisien ke dapur layanan jemaah di Arab Saudi. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi keterlibatan UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Melalui dukungan terhadap ekspor produk konsumsi ini, Ditjen PE2HU menegaskan komitmennya menjadikan sektor haji dan umrah sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional, sekaligus sarana promosi produk unggulan Indonesia di pasar global.

 
KEYWORD :

Kemenhaj RI Ekspor Bumbu Ekosistem ekonomi haji Bumbu Khas Indonesia Arab Saudi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :