Ilustrasi - Kitab Suci Al-Quran dan Tasbih (Foto: Pexels/Abdulmeilk Aldawsari)
Jakarta, Jurnas.com - Al-Qur`an tidak hanya melukiskan neraka sebagai tempat penyiksaan api yang membara, melainkan juga sebagai ruang penderitaan mutlak yang mencakup segala aspek biologis penghuninya, termasuk urusan konsumsi.
Gambaran ini bukanlah sekadar metafora, melainkan peringatan konkret bagi manusia agar menjauhi kemaksiatan dan kekufuran. Allah SWT menegaskan bahwa apa yang disajikan di sana bukanlah untuk pemuasan rasa lapar, melainkan bentuk tambahan azab yang menghinakan.
Salah satu hidangan yang paling mengerikan adalah pohon Zaqqum, sebuah pohon yang tumbuh dari dasar neraka dengan buah menyerupai kepala setan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. Ad-Dukhan ayat 43-44:
إِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّومِ . طَعَامُ الْأَثِيمِ
Artinya: “Sesungguhnya pohon zaqqum itu adalah makanan bagi orang yang banyak berdosa”.
Ini Lima Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Ketika dimakan, Zaqqum akan bergejolak di dalam perut layaknya logam cair yang mendidih, menjadi simbol kehinaan bagi mereka yang mendustakan kebenaran.
Selain Zaqqum, terdapat pula makanan bernama Dhari’, yakni tumbuhan berduri yang sangat beracun dan menjijikkan. Ironisnya, meskipun para penghuni neraka memakannya, rasa lapar mereka sedikit pun tidak terobati. Hal ini digambarkan dalam QS. Al-Ghasyiyah ayat 6-7:
لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ . لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ
Artinya: “Tidak ada bagi mereka makanan kecuali dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar”.
Deskripsi ini menunjukkan bahwa setiap "kenikmatan" yang mereka coba cari di neraka justru berubah menjadi siksaan yang memperpanjang rasa sakit dan keputusasaan mereka secara abadi.
Penderitaan tersebut semakin lengkap dengan jenis minuman yang disediakan bagi mereka yang dahaga, yaitu air yang mendidih (Hamim) serta nanah yang mengalir dari luka-luka penghuni neraka (Shadid). Betapa dahsyatnya minuman ini digambarkan dalam QS. Muhammad ayat 15:
وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
“Dan mereka diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong usus mereka”.
Cairan tersebut tidak hanya menghancurkan organ dalam, tetapi juga mengelupas kulit karena suhunya yang ekstrem. Penjelasan mengenai hidangan neraka ini pada hakikatnya adalah peringatan moral agar manusia segera bertaubat dan menyadari bahwa setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
Semoga dengan merenungi ayat-ayat ini, kita termotivasi untuk senantiasa istiqamah di jalan yang diridhai Allah agar terhindar dari dahsyatnya siksaan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Penguni Neraka Makanan di Neraka Kitab Al-Quran

























