Rabu, 04/03/2026 01:33 WIB

Serangan AS-Israel Rusak Penjara Paling Kejam di Iran





Sepasang warga Inggris yang dipenjara di Iran melaporkan adanya ledakan yang mengguncang Penjara Evin di Teheran, dan menimbulkan kerusakan pada blok

Israel dan AS melakukan serangan ke Teheran, Iran (Foto: AP)

Teheran, Jurnas.com - Sepasang warga Inggris yang dipenjara di Iran melaporkan adanya ledakan yang mengguncang Penjara Evin di Teheran, dan menimbulkan kerusakan pada blok tempat mereka ditahan seiring konflik yang kian memanas di sekitar ibu kota.

Putra pasangan tersebut, Joe Bennett, yang rutin berkomunikasi dengan ibunya, Lindsay Foreman, mengatakan kondisi di dalam fasilitas tersebut memburuk ketika pengeboman di Teheran memasuki hari keempat.

Lindsay dan Craig Foreman dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan spionase setelah Iran menuduh mereka mengumpulkan informasi di berbagai wilayah negara itu. Pasangan yang ditangkap pada Januari 2025 saat melakukan perjalanan keliling dunia dengan sepeda motor itu membantah seluruh dakwaan.

“Mereka mendengar jet tempur melintas. Mereka mendengar bom menghantam area sekitar di luar Evin,” kata Bennett dikutip dari Reuters pada Selasa (3/3).

“Salah satu bom jatuh sangat dekat dengan penjara hingga memecahkan jendela dan merusak langit-langit,” dia menambahkan.

Bennett menyebut ibunya dan Craig Foreman ketakutan, dengan suasana di penjara semakin tegang karena lebih banyak tahanan dibawa masuk setelah aksi protes di kota.

“Anda khawatir akan keselamatan mereka, ini ancaman nyata bagi hidup mereka karena negara sedang berperang,” ujar Bennett. Dia menambahkan komunikasi hanya melalui panggilan singkat dari telepon umum yang harus digunakan bergantian oleh para tahanan.

Peringatan itu muncul ketika para pegiat memperkirakan sedikitnya enam warga atau penduduk tetap Amerika Serikat ditahan di Iran, sementara kemungkinan ribuan warga berkewarganegaraan ganda AS-Iran masih berada di negara tersebut, memicu kekhawatiran mereka dapat dijadikan alat tawar dalam konflik.

Keluarga Foreman juga mengkhawatirkan akses pasangan itu terhadap kebutuhan dasar di dalam Penjara Evin. Toko penjara masih buka, namun belum jelas berapa lama persediaan makanan dan air dapat bertahan di tengah gangguan distribusi dan operasional akibat konflik.

Bennett mengatakan pemerintah Inggris cukup rutin berkomunikasi dengan keluarga, tetapi tidak ada akses konsuler selama tiga bulan terakhir dan dukungan dinilai minimal, tanpa rencana atau strategi jelas untuk membebaskan orang tuanya.

“Satu-satunya dukungan yang berarti bagi kami adalah rencana untuk membawa orang tua saya pulang,” kata dia.

KEYWORD :

Penjara Evin Iran Tahanan Spionase Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :