Rudal Israel menghantam gedung di Beirut, Lebanon (Foto: Reuters)
Beirut, Jurnas.com - Lebanon semakin terseret ke dalam pusaran perang Timur Tengah, usai kelompok Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan rudal ke Israel untuk hari kedua berturut-turut, sementara Israel mengirim pasukan ke wilayah selatan dan melakukan gelombang serangan udara.
Sebagai negara tetangga Israel di utara dan lokasi berbagai konflik antara Israel dan Hizbullah, Lebanon sebelumnya berhasil menghindari dampak langsung serangan AS–Israel terhadap Iran hingga Senin, saat Hizbullah mulai menembakkan drone dan rudal.
Dengan puluhan orang tewas akibat serangan udara balasan, langkah Hizbullah masuk ke konflik memperuncing perpecahan lama di Lebanon terkait statusnya sebagai kelompok bersenjata, satu-satunya faksi Lebanon yang tetap mempertahankan senjata setelah perang saudara 1975–1990.
Pemerintah Lebanon pada Senin (2/3) kemarin mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang aktivitas militer Hizbullah. Surat kabar pro-Hizbullah Al-Akhbar pada Selasa (3/3) mengecam keputusan itu sebagai “kapitulasi terhadap tekanan, yang bahkan dapat memicu pecahnya perang saudara”.
Dikutip dari Reuters, kepulan asap tampak membumbung dari pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah ketika Israel melancarkan serangan udara baru.
Ribuan warga Lebanon telah melarikan diri dari rumah mereka di wilayah yang sebelumnya menjadi medan perang besar antara Israel dan Hizbullah pada 2024. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa hingga Senin, sekitar 29.000 orang, termasuk 9.000 anak-anak, telah mengungsi.
Militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukan tambahan ke Lebanon selatan semalam, dengan alasan untuk menempati posisi defensif guna mengantisipasi kemungkinan serangan Hizbullah.
Cepat dan Akurat, Israel Gunakan Rudal Balistik yang Diluncurkan dari Udara saat Serang Iran
"Kami hanya berada di area garis perbatasan dalam posisi defensif untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan titik-titik yang sangat strategis," kata Letnan Kolonel Nadav Shoshani.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa dia telah mengizinkan militer untuk maju dan mengambil alih posisi tambahan. Sejak Senin malam, militer Israel juga memerintahkan penduduk di seluruh jalur perbatasan Lebanon selatan untuk mengungsi.
Seorang sumber keamanan Lebanon mengatakan pasukan Israel melakukan penyusupan di beberapa bagian perbatasan. Para saksi menyebut tentara Lebanon telah mundur dari sedikitnya tujuh posisi garis depan di sepanjang perbatasan.
Israel tetap menempatkan sebagian pasukannya di selatan pada sejumlah posisi perbukitan setelah gencatan senjata dalam perang 2024.
Wilayah selatan, yang mayoritas penduduknya Muslim Syiah, telah lama menjadi basis utama Hizbollah, tempat kelompok itu memperoleh dukungan politik dan menempatkan persenjataan menjelang konflik 2024.
Tentara Lebanon kemudian memasuki wilayah tersebut dan menyita gudang senjata sejak konflik itu, yang membuat Hizbullah melemah signifikan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Lebanon perang Israel Perang Israel vs Iran Eskalasi Timur Tengah

























