Bendera Iran terlihat berkibar di atas jalan di Teheran, Iran, 3 Februari 2023. Foto via Reuters
Dubai, Jurnas.com - Serangan udara Iran ke negara-negara Teluk berpotensi mendorong mereka masuk ke dalam koalisi luas yang berpihak pada Amerika Serikat dan memperluas perang melawan Teheran, menurut kelompok analis Timur Tengah.
Dengan menyerang jalur ekonomi utama Teluk sebagai respons atas serangan udara AS dan Israel ke Iran, Teheran dinilai justru mendorong negara-negara Teluk yang sebelumnya berhati-hati menjadi semakin dekat ke Washington dan menuju aksi terkoordinasi melawan Republik Islam, menurut para analis.
Serangan terhadap enam negara Teluk yang seluruhnya sekutu AS dan menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika, merupakan strategi Iran menekan Presiden AS Donald Trump agar menghentikan perang. Namun, Teheran tampaknya salah perhitungan.
"Negara-negara Teluk kini menghadapi pilihan tegas, bergabung lebih terbuka dengan Amerika Serikat dalam upaya perangnya, mengizinkan wilayah udara dan teritori mereka digunakan serta mungkin ikut serta dalam operasi militer, atau berisiko menghadapi eskalasi lebih lanjut di tanah mereka sendiri," kata Abdulaziz Sager, Ketua Gulf Research Center dikutip dari Reuters pada Selasa (3/3).
"Pilihan netralitas menyusut ketika rudal Iran mulai mendarat dan memaksa kami menjadi musuh mereka, sehingga mendorong negara-negara yang sebelumnya menjaga jarak menjadi terbuka berpihak pada Washington dan siap mempertahankan wilayah serta kepentingannya," dia menambahkan.
Iran meluncurkan rentetan rudalnya setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas pada Sabtu lalu, hari pertama serangan militer AS dan Israel yang menurut Trump bertujuan mencegah ancaman keamanan terhadap AS dan menghentikan pengembangan senjata nuklir Iran.
Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council) yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman menggelar pertemuan darurat tingkat menteri pada Minggu.
Mereka mengaktifkan Pasal 51 Piagam PBB, menetapkan garis merah, dan memberi sinyal kesiapan untuk membela diri secara kolektif di tengah gangguan energi dan meningkatnya risiko keamanan.
GCC memperingatkan bahwa serangan lanjutan berisiko mengubah Teluk dari perisai defensif menjadi arena respons aktif, dan negara-negara Teluk telah mengaktifkan sistem pertahanan udara bersama serta penerbangan pengintaian di wilayah udara regional.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Serangan Iran Teluk Koalisi Teluk AS Perang AS vs Iran

























