Ibnu Sina (Foto: National Library of Medicine)
Jakarta, Jurnas.com - Ibnu Sina menempati kasta tertinggi sebagai cendekiawan jenius yang pengaruhnya melintasi batas benua dan zaman. Namnya di dunia Barat, dikenal sebaga Avicenna .
Ibnu Sina lahir pada tahun 980 M di Afshana, sebuah desa dekat Bukhara (wilayah Uzbekistan saat ini). Memiliki nama lengkap Abu Ali al-Husain bin Abdullah bin Sina , kecerdasannya sudah terlihat sejak usia dini. Pada usia 10 tahun, ia telah menghafal Al-Qur`an secara keseluruhan.
Memasuki usia remaja, dahaga Ibnu Sina akan ilmu pengetahuan tidak terbendung. Ia mempelajari logika, filsafat, astronomi, hingga matematika. Namun, bidang kedokteranlah yang melambungkan namanya.
Ibnu Sina juga mengaku bahwa ilmu kedokteran “tidak sulit” dibandingkan matematika atau filsafat, sehingga pada usia 18 tahun, ia sudah dikenal sebagai tabib ulung yang berhasil menyembuhkan penguasa Dinasti Samanid, Nuh bin Mansur.
Kehidupan Ibnu Sina tidak selalu berjalan mulus di istana. Setelah runtuhnya Dinasti Samanid, ia menjalani hidup sebagai pengembara, berpindah dari satu kota ke kota lain seperti Hamadan dan Isfahan di wilayah Persia.
Meski hidup dalam kondisi politik yang tidak stabil dan sering berada di bawah ancaman atau pengungsi, produktivitasnya tidak pernah surut. Sebagian besar karya monumentalnya justru ditulis di sela-sela perjalanannya atau bahkan saat ia berada di dalam penjara.
Dari ratusan karya yang ia tulis, ada dua buku paling berpengaruh yang menjadi rujukan utama dunia selama berabad-abad:
1. Al-Qanun fi al-Tibb (The Canon of Medicine)
Inilah "Alkitab" kedokteran dunia. Buku ini merupakan ensiklopedia medis sistematik yang membahas segala hal mulai dari farmakologi, anatomi, hingga penyakit menular.
The Canon of Medicine menjadi kurikulum wajib di universitas-universitas Eropa (seperti Montpellier dan Louvain) hingga abad ke-17.
2. Kitab al-Shifa (The Book of Healing)
Meski judulnya terdengar seperti buku medis, karya ini sebenarnya adalah ensiklopedia filsafat dan sains yang bertujuan untuk "menyembuhkan" dari jiwa. Buku ini mencakup logika, ilmu alam, matematika, dan metafisika.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ibnu Sina Kedokteran Modern Tokoh Ilmuwan Muslim

























