Ilustrasi - bendera Iran (Foto: Reuters/Leonhard Foeger)
Teheran, Jurnas.com - Pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei pada 1 Maret 2026, perhatian dunia kini tertuju pada durasi dan proses penentuan suksesi kepemimpinan di Teheran.
Di tengah masa berkabung nasional selama 40 hari, Dewan Majelis Ahli (Assembly of Experts) memikul tanggung jawab krusial untuk segera menentukan sosok Rahbar atau Pemimpin Tertinggi berikutnya.
Berdasarkan konstitusi Republik Islam Iran, penentuan pemimpin tertinggi tidak memiliki batas waktu harian yang kaku secara publik, namun urgensi stabilitas nasional biasanya mendorong dewan untuk bertindak cepat.
Dewan Majelis Ahli yang terdiri dari para ulama senior akan segera menggelar rapat tertutup untuk melakukan pemungutan suara.
Mengingat situasi keamanan regional yang sedang memanas pasca-serangan 28 Februari lalu, para analis memperkirakan keputusan mengenai siapa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan bisa diumumkan dalam hitungan hari atau minggu ke depan, guna menghindari kekosongan kekuasaan yang berkepanjangan.
Dewan Majelis Ahli akan mempertimbangkan beberapa nama besar yang dinilai mampu menjaga kesinambungan ideologi Revolusi Islam.
Berikut adalah beberapa figur yang diprediksi masuk dalam radar pembahasan:
1. Mojtaba Khamenei: Putra mendiang Ali Khamenei yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran Garda Revolusi (IRGC).
2. Alireza Arafi: Ulama senior dengan rekam jejak administratif dan pendidikan yang luas.
3. Muhammad Mirbagheri: Tokoh ideologis konservatif yang didukung kelompok garis keras.
4. Gholam Hossein Hosseini Ejei: Figur berpengaruh dari sektor hukum dan peradilan.
5. Hassan Khomeini: Cucu pendiri Republik Islam Iran yang mewakili legitimasi historis.
Keputusan akhir Dewan Majelis Ahli tidak hanya didasarkan pada senioritas keagamaan, tetapi juga pada kemampuan sang kandidat dalam menavigasi tekanan geopolitik yang sedang meningkat.
Dilansir dari beberapa sumber, Dewan Majelis Ahli akan memainkan peran sentral dalam menentukan sosok yang dinilai mampu menjaga kesinambungan sistem Republik Islam sekaligus menghadapi tantangan geopolitik pasca wafatnya Khamenei.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan resmi ditetapkan, Iran akan berada di bawah pengawasan ketat dunia internasional.
Transisi ini menjadi momentum paling krusial bagi Teheran sejak 1989, karena sosok terpilih nantinya akan menentukan arah kebijakan militer, nuklir, dan hubungan luar negeri Iran di masa depan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dewan Majelis Ahli























