Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (Foto: Ant)
Jakarta, Jurnas.com - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, secara terbuka meminta organisasi kerja sama ekonomi D-8 untuk mengambil sikap tegas atas serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Harapan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kediaman resminya di Jakarta pada Senin (2/3) yang dikutip dari Antara.
Dubes Boroujerdi menekankan bahwa dukungan konkret yang diharapkan Iran dari para anggota D-8 saat ini adalah solidaritas moral melalui pernyataan resmi.
Organisasi AWG Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran
“Berkaitan dengan D-8, kami ingin agar organisasi penting ini secara kuat dan tegas memberikan kutukan kepada penyerangan yang terjadi oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara kami,” ujar Dubes Boroujerdi.
Menurut Dubes Boroujerdi, pernyataan sikap merupakan fondasi utama sebelum menentukan kebijakan diplomasi selanjutnya guna meredam ketegangan di Timur Tengah. Ia memandang hal ini sebagai ujian bagi posisi organisasi di panggung internasional.
“Kutukan yang keras dan serius adalah langkah pertama. Setelah kutukan disampaikan, kami baru bisa mengambil langkah berikutnya,” tegasnya.
Serangan yang terjadi pada akhir Februari tersebut merupakan operasi militer besar kedua setelah insiden Juni 2025. Presiden AS Donald Trump sebelumnya berdalih bahwa operasi ini dilakukan guna mengeliminasi ancaman nuklir. Di sisi lain, Iran memandang aksi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan.
Seruan ini muncul di saat Indonesia tengah bersiap menjadi tuan rumah KTT ke-12 D-8 di Jakarta pada April 2026 mendatang.
Organisasi yang kini beranggotakan sembilan negara (termasuk Azerbaijan yang baru bergabung) tersebut akan mengusung tema kemakmuran bersama dan solidaritas global.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Organisasi D-8 serangan militer Amerika Serikat dan Israel






















