Pemandangan ibu kota Kuwait (Foto: AFP)
Kuwait City, Jurnas.com - Asap hitam terlihat mengepul dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Senin (2/3) siang, ketika Iran melanjutkan hari ketiga serangan balasan di kawasan Teluk.
Sebuah pangkalan militer AS dan pembangkit listrik juga menjadi sasaran, dalam eskalasi paling dramatis bagi negara kecil kaya minyak itu dalam beberapa dekade, setelah invasi AS ke Irak pada 2003 dan upaya Irak menguasai Kuwait pada 1990.
Sirene sebelumnya berbunyi di seluruh kota menyusul gelombang serangan Iran terbaru, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran serta pejabat tinggi lainnya.
Ledakan juga terdengar di Abu Dhabi, Dubai, Doha, dan Manama ketika Iran menargetkan sekutu-sekutu Teluk Amerika Serikat.
Kedutaan AS di Kuwait tidak mengumumkan bahwa gedungnya terkena serangan, tetapi mengeluarkan peringatan keamanan yang mendesak warga untuk menjauh.
“Ada ancaman berkelanjutan serangan rudal dan UAV di atas Kuwait. Jangan datang ke kedutaan. Personel Kedutaan AS berlindung di tempat,” demikian pernyataan tersebut dikutip dari AFP.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan telah mencegat sejumlah drone yang menargetkan negara tersebut saat fajar.
Serangan Iran sejauh ini menewaskan lima orang di kawasan Teluk, termasuk satu korban di Kuwait, menurut otoritas setempat.
Kuwait menjadi salah satu negara yang memiliki pangkalan militer AS sejak invasi Irak pada 1990, yang berhasil dipukul mundur oleh koalisi pimpinan AS.
Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) menyatakan tiga jet tempur F-15E Strike Eagle secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait pada malam 1 Maret.
“Selama pertempuran aktif yang mencakup serangan dari pesawat Iran, rudal balistik, dan drone jet tempur Angkatan Udara AS secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” kata CENTCOM.
“Kuwait telah mengakui insiden ini, dan kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait serta dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung,” tambahnya.
Di wilayah utara Kuwait, asap terlihat mengepul dari sebuah pembangkit listrik, menurut saksi mata. Juru bicara kementerian energi mengatakan sebuah tangki bahan bakar terkena serpihan saat pertahanan udara mencegat drone, menyebabkan kebakaran terbatas.
Militer Iran menyatakan menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem yang menampung pasukan AS di Kuwait, serta kapal-kapal di Samudra Hindia, dengan menembakkan 15 rudal jelajah.
Iran melanjutkan pemboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pangkalan militer serta infrastruktur sipil seperti bangunan perumahan, hotel, bandara, dan pelabuhan laut, mengguncang kawasan yang lama dipandang sebagai zona relatif stabil di Timur Tengah.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kedutaan AS Kuwait Perang AS vs Iran konflik Timur Tengah

























