Ilustrasi permohonan suaka di Inggris (Foto: AFP)
London, Jurnas.com - Perombakan sistem suaka Inggris mulai berlaku pada Senin (2/3), sebagimana diumumkan oleh Home Office. Dengan aturan baru ini, secara drastis memangkas permohonan suaka bagi pengungsi dan anak-anak mereka.
Berdasarkan reformasi tersebut, status pengungsi untuk orang dewasa dan anak-anak yang menyertainya akan ditinjau setiap 30 bulan.
"Status pengungsi akan menjadi sementara dan tunduk pada peninjauan," kata Home Office dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3) malam dikutip dari AFP.
"Setelah 30 bulan, pengungsi yang masih membutuhkan perlindungan akan diperbarui statusnya, sementara mereka yang negaranya kini dianggap aman diharapkan kembali ke tanah air," Home Office menambahkan.
Reformasi ini memberikan pengecualian bagi anak-anak tanpa pendamping, yang tetap akan menerima status perlindungan selama lima tahun, sementara pemerintah mempertimbangkan kebijakan jangka panjang yang tepat bagi kelompok ini.
Perombakan tersebut diumumkan pada November 2025. Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood berargumen bahwa sistem sebelumnya terlalu dermawan dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.
"Kita juga harus memastikan sistem suaka kita tidak menciptakan faktor penarik yang mendorong orang melakukan perjalanan berbahaya melintasi dunia, serta menyuburkan dan mendanai penyelundup manusia," ujar dia.
Sikap yang lebih keras ini dipandang sebagai upaya meredam lonjakan dukungan terhadap partai sayap kanan Reform UK yang dipimpin oleh Nigel Farage.
Namun, sejumlah badan amal dan anggota parlemen dari Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Keir Starmer mengkritik perubahan tersebut, dengan alasan kebijakan itu berpotensi mengguncang kehidupan pengungsi yang telah menetap di Inggris.
Perubahan lain yang diusulkan termasuk memperpanjang masa tunggu pengungsi untuk mengajukan izin tinggal permanen menjadi 20 tahun dari sebelumnya lima tahun, yang masih memerlukan persetujuan parlemen.
Pemerintah Inggris menyatakan terinspirasi oleh Denmark, yang berhasil menurunkan jumlah permohonan suaka ke level terendah dalam 40 tahun setelah memperketat kebijakan imigrasinya.
Lebih dari 110.000 orang, banyak di antaranya melarikan diri dari konflik, mengajukan suaka di Inggris dalam periode satu tahun hingga September 2025. Angka tersebut 13 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan 7 persen lebih tinggi dari rekor sebelumnya pada 2002.
Lima kewarganegaraan teratas dengan jumlah pemohon suaka terbanyak adalah Pakistan, Eritrea, Iran, Afghanistan, dan Bangladesh.
Meski permohonan suaka mencapai rekor tertinggi, jumlah penolakan juga melonjak, sementara persetujuan pada tahap awal meningkat tipis pada 2025 dibanding 2024.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Aturan suaka Inggris Reformasi imigrasi UK Status pengungsi sementara
























