Senin, 02/03/2026 17:06 WIB

Iran Tegaskan Ogah Bernegosiasi dengan Amerika Serikat





Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani membantah klaim AS yang menyebutkan Iran meminta upaya negosiasi melalui mediator Oman.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.

Teheran, Jurnas.com - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara tegas membantah laporan media Amerika Serikat (AS) yang menyebut dirinya tengah mengupayakan dimulainya kembali pembicaraan nuklir dengan Washington.

Bantahan ini muncul di tengah serangan udara besar-besaran yang terus dilancarkan Israel dan AS ke wilayah Teheran.

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat," tulis Larijani melalui akun resminya di platform X, Senin (2/3).

Pernyataan Larijani ini merupakan tanggapan terhadap laporan The Wall Street Journal yang mengeklaim adanya upaya diplomasi melalui mediator Oman.

Isu tersebut mencuat pasca-tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu pekan lalu.

Larijani juga menuding Presiden AS Donald Trump telah menjerumuskan kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan demi ambisi politik semata. Ia menilai kebijakan Trump saat ini justru mengabaikan keselamatan warga negaranya sendiri.

"Dia mengubah slogan buatannya sendiri `America First` menjadi `Israel First`. Trump telah mengorbankan tentara Amerika demi ambisi haus kekuasaan Israel," kata Larijani.

Dia menambahkan bahwa tentara Amerika dan keluarga merekalah yang pada akhirnya harus membayar mahal harga dari konflik ini.

Diketahui, situasi di lapangan dilaporkan semakin genting. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi sedikitnya tiga anggota militer mereka tewas dan lima lainnya luka parah dalam operasi melawan Iran pada Minggu kemarin.

Hingga Senin (2/3/), AS dan Israel melaporkan masih terus melancarkan serangan di berbagai wilayah Iran. Operasi militer ini diklaim Presiden Donald Trump sebagai upaya untuk membatasi pemerintahan Iran dari tampuk kekuasaan.

Di sisi lain, Teheran mulai melancarkan serangan balasan yang menyasar aset-aset strategi AS di seluruh Timur Tengah. Langkah ini memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang regional dalam skala besar yang tidak terkendali.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, telah melayangkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB. Araghchi mengecam keras pembunuhan Ali Khamenei sebagai "tindakan teror yang menipu."

"Ini adalah eskalasi berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan ini telah mencederai norma-norma paling mendasar dalam kenegaraan dan perilaku beradab antar-bangsa," tulis Araghchi dalam suratnya.

Iran menegaskan akan terus menggunakan haknya untuk membela diri dan memastikan setiap agresi akan mendapatkan balasan yang setimpal.

KEYWORD :

Ali Larijani Negosiasi Iran-AS Perang Iran Agresi Militer AS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :