Senin, 02/03/2026 16:24 WIB

Ledakan Guncang Qatar, UEA, dan Kuwait Tiga Hari Berturut-turut





Ledakan mengguncang Dubai, Uni Emirat Arab, dan ibu kota Qatar, Doha, selama hari ketiga berturut-turut imbas serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk

Para pengendara mobil melintas di dekat kepulan asap yang dilaporkan berasal dari serangan Iran di kawasan industri Doha pada 1 Maret 2026 (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Ledakan mengguncang Dubai, Uni Emirat Arab, dan ibu kota Qatar, Doha, selama hari ketiga berturut-turut imbas serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk.

Suara ledakan keras dan sirene juga terdengar di Kuwait pada Senin (2/3) pagi, dengan seorang saksi yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan bahwa asap terlihat mengepul dari dekat kedutaan besar AS.

Kantor berita Kuwait melaporkan, mengutip direktur jenderal pertahanan sipil, bahwa pertahanan udara Kuwait mencegat sebagian besar drone di dekat lingkungan Rumaithiya dan Salwa.

Teheran mengatakan akan menargetkan aset militer AS di kawasan itu setelah serangan AS-Israel terhadap Iran berlanjut untuk hari ketiga pada hari Senin.

Dilansir dari Aljazeera, Iran telah menyerang berbagai area sipil dan komersial di seluruh kota-kota Teluk, memperluas dampak konflik pada pusat-pusat penerbangan dan perdagangan regional yang penting.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan telah mengaktifkan siaga serangan udara dan mendesak warga untuk menuju ke tempat aman terdekat.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa Jembatan Shaikh Khalifa bin Salman yang menghubungkan ibu kota, Manama, dengan kota-kota terdekat ditutup dan mendesak "warga untuk menggunakan jalan utama hanya jika diperlukan".

Setidaknya satu orang tewas di Kuwait, tiga orang tewas di Uni Emirat Arab, dan 16 orang terluka di Qatar.

Sementara itu, setidaknya 201 orang tewas di Iran akibat serangan AS-Israel, dengan 747 orang terluka, sedangkan di Israel setidaknya sembilan orang tewas dan 121 orang terluka.`

Amerika Serikat, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Minggu yang mengutuk serangan Iran di seluruh wilayah dan menegaskan hak mereka untuk membela diri.

Negara-negara Teluk “akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan dan stabilitas mereka serta untuk melindungi wilayah, warga negara, dan penduduk mereka, termasuk opsi untuk menanggapi agresi tersebut”, demikian pernyataan yang dirilis setelah pertemuan tersebut.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari Minggu menekankan bahwa Teheran tidak mencari konfrontasi dengan negara-negara tetangganya di Teluk

"Teheran tidak memiliki masalah dengan negara-negara di seberang Teluk Persia," kata Abbas.

Iran mempertahankan "hubungan persahabatan dan bertetangga baik dengan semuanya yang bertekad untuk terus berlanjut," tambahnya.

"Apa yang kami lakukan sebenarnya adalah tindakan membela diri dan pembalasan atas agresi Amerika terhadap kami,” kata Araghchi.

"Kami tidak menyerang saudara-saudara kami di Teluk Persia, kami tidak menyerang tetangga kami, tetapi kami menyerang target-target Amerika," Menlu Iran menambahkan.

KEYWORD :

Perang Iran Negara Teluk Ledakan Rudal Pangkalan Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :