Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei (Foto: Pars Today)
Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran menegaskan kesiapan mereka untuk memperluas serangan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas aksi militer yang lebih dahulu dilancarkan kedua negara tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, menyatakan bahwa langkah militer yang diambil Teheran merupakan bentuk pertahanan diri yang sah sesuai hukum internasional.
"Semua target utama AS dan Israel di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan kami," katanya kepada Al Jazeera dikutip pada Minggu (1/3).
Baghaei menekankan bahwa Iran memiliki hak penuh untuk membela kedaulatan negaranya, sehingga fasilitas yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran menjadi target balasan.
Situasi memanas setelah pada Sabtu pagi (28/2), Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan operasi serangan terhadap Iran sekaligus menetapkan status darurat nasional di seluruh wilayahnya.
Tidak lama kemudian, Amerika Serikat juga mengonfirmasi pelaksanaan serangan terhadap sejumlah target Iran melalui operasi gabungan udara dan laut, sebagaimana dilaporkan Reuters dengan mengutip pejabat AS.
Sebagai respons langsung, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang pertama serangan roket menuju Israel. Iran selanjutnya mengerahkan rudal dan pesawat nirawak sebagai balasan atas agresi yang dilakukan terhadap wilayahnya.
Serangan balasan tersebut turut menyasar sejumlah instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan yang berada di Qatar, Uni Emirat Arab, serta Arab Saudi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemerintah Iran militer Amerika Serikat Timur Tengah Ismail Baghaei
















