Minggu, 01/03/2026 09:11 WIB

IRCS Sebut Serangan AS-Israel Tewaskan Ratusan Warga Iran





Jumlah korban akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus bertambah.

Israel dan AS melakukan serangan ke Teheran, Iran (Foto: AP)

 

Teheran, Jurnas.com - Jumlah korban akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus bertambah.

Palang Merah Iran (IRCS) melaporkan ratusan warga menjadi korban jiwa maupun luka-luka setelah rangkaian serangan militer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Sejauh ini, 747 orang luka-luka dan 201 orang meninggal," kata organisasi tersebut seperti dikutip oleh kantor berita Mehr pada Minggu (1/3).

Data tim penyelamat Iran menunjukkan bahwa dampak serangan telah dirasakan secara luas, dengan insiden tercatat di 24 dari total 31 provinsi di negara tersebut.

Ketegangan meningkat setelah pada Sabtu pagi (28/2), Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan peluncuran operasi militer terhadap Iran sekaligus menetapkan status darurat nasional di seluruh wilayahnya.

Tak lama berselang, Amerika Serikat juga dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah target strategis Iran melalui operasi udara dan laut. Informasi tersebut disampaikan Reuters pada Sabtu (28/2) dengan mengutip seorang pejabat pemerintah AS.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan gelombang pertama serangan roket menuju Israel. Teheran juga mengerahkan rudal serta drone sebagai balasan atas agresi yang disebutnya dilakukan oleh rezim Zionis.

Selain menyerang Israel, Iran turut menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan yang berada di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

KEYWORD :

Serangan Amerika Serikat Warga Iran kota Teheran Organisasi IRCS




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :