Arsip - Peta yang menunjukkan Selat Hormuz terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Situasi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz menyusul meningkatnya konflik militer di kawasan tersebut.
Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai respons atas serangan yang ditujukan kepada Iran.
"Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," kata Jabari kepada penyiar Al-Mayadeen pada pada Sabtu (28/2).
Sebelumnya, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan sejumlah serangan ke berbagai target di Iran, termasuk wilayah ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban dari kalangan sipil.
Sebagai bentuk balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel dan juga mengarahkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa titik di Timur Tengah.
Pihak IRGC menilai langkah militer Israel sebagai kesalahan strategis besar. Mereka menyebut Israel telah melakukan "salah perhitungan" dengan menyerang Iran.
Di tengah eskalasi konflik, aktivitas pendidikan di Iran turut terdampak. Mengutip pernyataan Kementerian Pendidikan Iran, kantor berita ISNA melaporkan bahwa sejumlah sekolah ditutup sementara atau dialihkan ke sistem pembelajaran daring demi menjaga keselamatan siswa.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Timur Tengah Negara Iran Selat Hormuz Amerika Serikat IRGC Ibrahim Jabari















