Israel dan AS melakukan serangan ke Teheran, Iran (Foto: AP)
Jakarta, Jurnas.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang dipicu serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran, memicu seruan global agar semua pihak menahan diri.
Kritik juga menguat terhadap Washington karena tetap terlibat dalam serangan di tengah proses negosiasi nuklir dengan Teheran.
Dikutip dari Aljazeera pada Sabtu (28/2), sejumlah negara Teluk turut bereaksi keras setelah Iran meluncurkan rudal balasan ke aset militer AS yang berada di wilayah mereka.
Berikut ini beragam reaksi dunia atas perang AS-Israel vs Iran:
1. Uni Eropa
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyebut konflik tersebut “sangat mengkhawatirkan”. Mereka mendesak semua pihak menahan diri secara maksimal, melindungi warga sipil, dan sepenuhnya menghormati hukum internasional.
2. Palang Merah
Presiden International Committee of the Red Cross, Mirjana Spoljaric, menyerukan penghormatan terhadap hukum perang dan meminta adanya kemauan politik untuk mencegah “kematian dan kehancuran lebih lanjut”. Ia memperingatkan adanya “reaksi berantai berbahaya” eskalasi militer di Timur Tengah dengan konsekuensi serius bagi warga sipil.
3. Oman
Sebagai mediator utama dalam negosiasi AS–Iran, Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, menyatakan penyesalan atas pecahnya kekerasan. Ia menilai konflik tidak akan melayani kepentingan AS maupun perdamaian global, serta mendesak Washington agar tidak semakin terseret dalam konfrontasi.
4. Prancis
Presiden Emmanuel Macron menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Ia memperingatkan bahwa eskalasi ini membawa “konsekuensi serius” bagi perdamaian dan keamanan internasional. Macron juga mendesak Iran untuk terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik guna mengakhiri program nuklir dan rudal balistiknya serta aktivitas yang dianggap mendestabilisasi kawasan.
5. Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk keras serangan rudal Iran ke wilayahnya, yang menjadi lokasi Al Udeid Air Base, pangkalan militer AS. Doha menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan menyatakan berhak merespons sesuai hukum internasional.
6. Uni Emirat Arab
Kementerian Pertahanan UEA mengecam keras serangan Iran, beberapa di antaranya berhasil dicegat pertahanan udara. UEA menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan warga sipil dan menegaskan hak penuh untuk membalas.
7. Bahrain
Bahrain mengonfirmasi bahwa serangan rudal Iran menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di negara tersebut, dan menyebutnya sebagai tindakan “pengkhianatan”.
8. Kuwait
Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut serangan Iran sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan memperingatkan bahwa eskalasi tambahan hanya akan memperdalam instabilitas regional.
9. Arab Saudi
Arab Saudi mengutuk keras serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan memperingatkan adanya “konsekuensi serius”.
10. Pakistan
Menteri Luar Negeri Ishaq Dar mengecam serangan terhadap Iran dan menyerukan penghentian segera eskalasi melalui dimulainya kembali diplomasi guna mencapai penyelesaian damai.
11. Rusia
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menuduh AS menggunakan perundingan nuklir sebagai kedok sebelum operasi militer. Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak komunitas internasional memberikan penilaian objektif atas tindakan yang dinilai berisiko mendestabilisasi kawasan lebih jauh.
12. Ukraina
Kementerian Luar Negeri Ukraina menyalahkan Iran atas rangkaian peristiwa yang berujung konflik, termasuk tindakan keras terhadap protes domestik awal tahun ini. Kyiv menilai kekerasan dan impunitas rezim Iran menjadi akar eskalasi saat ini.
13. Norwegia
Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide menyatakan serangan awal Israel terhadap Iran tidak sejalan dengan hukum internasional. Ia menegaskan bahwa serangan preventif mensyaratkan adanya ancaman yang benar-benar segera dan nyata.
14. Belgia
Menteri Luar Negeri Maxime Prevot menyatakan rakyat Iran tidak boleh menanggung akibat dari keputusan pemerintahnya. Ia menyesalkan kegagalan diplomasi mencapai solusi yang dinegosiasikan lebih awal.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Konflik Timur Tengah Reaksi Global Perang
























