Sabtu, 28/02/2026 21:15 WIB

Mengapa Sengatan Tawon Vespa Bisa Berujung Fatal?





Istilah tawon vespa kembali menjadi sorotan setelah sejumlah insiden sengatan berujung fatal terjadi di berbagai daerah di Indonesia

Tawon Vesva (Foto: pictureinsect)

Jakarta, Jurnas.com - Istilah tawon vespa kembali menjadi sorotan setelah sejumlah insiden sengatan berujung fatal terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Terbaru, salah satunya menimpa seorang warga di Cilacap, Jawa Tengah, yang meninggal dunia setelah diserang kawanan tawon saat membersihkan tandon air di atap rumah.

Peristiwa tersebut memperlihatkan betapa berbahayanya serangga ini ketika sarangnya terganggu. Serangan berlangsung masif dan korban mengalami sengatan di hampir seluruh tubuh sebelum akhirnya tak tertolong di rumah sakit.

Dikutip dari berbagai sumber, secara ilmiah, tawon vespa merujuk pada genus Vespa, yakni kelompok tawon sosial berukuran besar yang banyak tersebar di Asia. Di Indonesia, masyarakat kerap menyebutnya tawon ndas atau tawon gung karena ukuran tubuhnya lebih besar dengan warna mencolok kuning kehitaman.

Beberapa spesies yang umum ditemukan antara lain Vespa affinis dan Vespa tropica. Ada pula Vespa mandarinia yang dikenal sebagai salah satu tawon terbesar di dunia dengan panjang tubuh mencapai lima sentimeter.

Yang membuat tawon vespa berbahaya bukan hanya ukurannya, melainkan pola serangannya yang kolektif. Ketika satu individu melepaskan feromon bahaya, ratusan anggota koloni dapat menyerang secara bersamaan.

Selain itu, tawon vespa dapat menyengat berulang kali tanpa kehilangan sengatnya. Racunnya mengandung neurotoksin dan enzim perusak jaringan yang memicu nyeri hebat, pembengkakan luas, hingga reaksi alergi berat seperti anafilaksis.

Dalam kasus sengatan banyak, racun dapat menyebabkan kerusakan otot masif yang berujung pada gagal ginjal akut. Risiko kematian meningkat apabila korban terlambat mendapat penanganan medis atau memiliki riwayat alergi.

Meski demikian, tawon vespa bukan semata ancaman. Di alam liar, mereka berperan sebagai predator yang membantu mengendalikan populasi serangga lain, termasuk hama pertanian.

Masalah muncul ketika sarang dibangun di atap rumah, pohon pekarangan, atau bangunan kosong di area padat penduduk. Pada kondisi itu, aktivitas manusia yang tidak disengaja dapat memicu respons defensif koloni.

Karena itu, kewaspadaan menjadi langkah utama pencegahan. Jika menemukan sarang tawon berukuran besar, masyarakat disarankan tidak menanganinya sendiri dan segera melapor kepada petugas berwenang guna menghindari risiko serangan massal, dan mencegah risiko korban jiwa. (*)

KEYWORD :

Tawon Vespa Vespa affinis Asian Giant Hornet Sengatan tawon vesva




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :