Sabtu, 28/02/2026 18:47 WIB

Badar 17 Ramadan, Pertempuran Pertama dalam Sejarah Islam





Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama yang dihadapi komunitas Muslim setelah hijrah ke Madinah.

Ilustrasi perang badar pada 17 Ramadan.

Jakarta, Jurnas.com - Awal kisahnya bermula di Madinah pada tahun kedua Hijriah. Kota itu baru beberapa waktu menjadi tempat tinggal kaum Muslim setelah mereka meninggalkan Mekah.

Kehidupan mulai tertata, tetapi hubungan dengan Quraisy Mekah masih tegang. Harta kaum Muslim yang ditinggalkan di Mekah banyak yang disita, sementara tekanan politik terus berlangsung.

Suatu ketika datang kabar bahwa sebuah kafilah dagang besar Quraisy dipimpin Abu Sufyan sedang kembali dari Syam menuju Mekah. Jalur perdagangannya melewati dekat wilayah Madinah.

Nabi Muhammad bersama para sahabat kemudian berangkat dengan rombongan kecil untuk memantau pergerakan kafilah tersebut. Jumlah mereka sekitar tiga ratus orang, dengan perlengkapan terbatas.

Kafilah Quraisy ternyata mengetahui rencana itu. Abu Sufyan mengubah rute perjalanan dan mengirim pesan darurat ke Mekah. Quraisy segera menyiapkan pasukan besar. Sekitar seribu orang berangkat menuju utara untuk melindungi kafilah sekaligus menunjukkan kekuatan mereka.

Berita pergerakan pasukan Quraisy sampai ke rombongan kaum Muslim. Situasi berubah. Perjalanan yang semula hanya pengintaian kini berpotensi menjadi pertempuran.

Nabi Muhammad kemudian bermusyawarah dengan para sahabat. Mereka menyadari jumlah lawan jauh lebih besar, tetapi akhirnya sepakat tetap bertahan.

Rombongan kaum Muslim bergerak menuju sebuah lembah bernama Badar, kawasan yang memiliki sumber air. Mereka tiba lebih dahulu dan menempati posisi strategis di dekat sumur.

Malam sebelum pertempuran dipenuhi kecemasan. Dalam riwayat sejarah, Nabi Muhammad berdoa dengan sungguh-sungguh, sementara sebagian sahabat berjaga.

Pagi 17 Ramadan 2 Hijriah, dua pasukan berhadapan. Pertempuran diawali duel beberapa orang dari masing-masing pihak, sebagaimana tradisi peperangan Arab saat itu. Setelah itu pertempuran terbuka terjadi. Debu padang pasir berterbangan, suara benturan senjata memenuhi lembah.

Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit, barisan kaum Muslim tetap bertahan. Pertempuran berlangsung tidak terlalu lama. Secara bertahap pasukan Quraisy mundur dan akhirnya meninggalkan medan Badar.

Setelah pertempuran usai, kaum Muslim kembali ke Madinah. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah komunitas Madinah. Badar mengubah posisi politik mereka di Jazirah Arab dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat yang baru terbentuk.

Sejak saat itu, Badar dikenang bukan hanya sebagai lokasi pertempuran, tetapi sebagai momen penting dalam sejarah awal Islam.

KEYWORD :

Perang Badar Bulan Ramadan Kisah Nabi Sejarah Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :