Sabtu, 28/02/2026 16:53 WIB

Timur Tengah Memanas, Dua Pesawat Malaysia Airlines Putar Balik





Dua penerbangan Malaysia Airlines menuju Timur Tengah dari Kuala Lumpur dialihkan, menyusul peringatan di tengah penerbangan

Pesawat Malaysia Airlines (Foto: Straits Times)

Kuala, Jurnas.com - Dua penerbangan Malaysia Airlines menuju Timur Tengah dari Kuala Lumpur dialihkan, menyusul peringatan di tengah penerbangan terkait peningkatan risiko wilayah udara akibat ketegangan Israel–Iran.

Mengutip laporan Bernama, penerbangan MH160 tujuan Doha diputarbalikkan ke Kuala Lumpur, sementara MH156 tujuan Jeddah dialihkan ke Chennai, India. Kedua penerbangan tersebut dilaporkan telah kembali dengan selamat ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Maskapai menyatakan pengalihan dilakukan sesuai dengan protokol standar penghindaran wilayah konflik (conflict-area diversion protocols). Penumpang yang terdampak diberikan pengaturan penerbangan alternatif dan akomodasi hotel bila diperlukan.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan FlightAware yang dikutip The Straits Times, MH156 lepas landas dari KLIA sekitar pukul 19.13 waktu setempat pada 27 Februari sebelum dialihkan ke Chennai di tengah perjalanan. Pesawat kemudian kembali dan mendarat di KLIA sekitar pukul 08.47 pada 28 Februari.

Sementara itu, MH160 berangkat sekitar pukul 21.40 pada 27 Februari sebelum diputuskan untuk kembali ke Kuala Lumpur dan mendarat sekitar pukul 03.36 dini hari pada 28 Februari.

Perkembangan ini terjadi setelah Israel pada 28 Februari mengumumkan telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran, memperburuk konfrontasi militer di Timur Tengah dan meredupkan harapan solusi diplomatik atas sengketa nuklir Teheran dengan negara-negara Barat.

Laporan The New York Times yang mengutip pejabat Amerika Serikat menyebutkan serangan AS terhadap Iran sedang berlangsung. Sumber kepada Reuters juga menyatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi aman.

Serangan tersebut terjadi setelah perang udara selama 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni lalu, di tengah peringatan berulang dari Amerika Serikat dan Israel bahwa mereka akan kembali menyerang jika Iran melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.

KEYWORD :

Malaysia Airlines Penerbangan Timur Tengah Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :