Ini terapi yang bisa dilakukan para orang tua untuk anaknya Sindrom Angelman (Foto: Istockphoto)
Jakarta, Jurnas.com - Sindrom Angelman merupakan gangguan perkembangan saraf yang hingga kini belum memiliki obat penyembuh.
Meski demikian, berbagai pendekatan terapi terbukti mampu membantu anak menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan nyaman. Fokus penanganan bukan menghilangkan kondisi genetiknya, melainkan memaksimalkan fungsi tubuh serta kemampuan komunikasi.
Pendekatan paling awal biasanya berupa fisioterapi. Terapi ini bertujuan melatih keseimbangan, koordinasi gerak, serta kekuatan otot. Anak dengan Sindrom Angelman umumnya mengalami kesulitan berjalan stabil karena gangguan koordinasi saraf.
Dengan latihan rutin, kemampuan berdiri, berjalan, dan menjaga postur tubuh dapat meningkat secara bertahap.
Selain itu, terapi okupasi juga memiliki peran penting. Terapi ini membantu anak menguasai aktivitas sehari-hari seperti memegang benda, makan sendiri, menggunakan alat tulis, hingga berpakaian.
Latihan dilakukan berulang dan terstruktur agar otak terbiasa memproses gerakan motorik halus. Dalam banyak kasus, perkembangan terlihat perlahan namun konsisten jika terapi dijalankan rutin.
Ini Lima Ciri Bayi dengan Gejala Autisme
Keterbatasan bicara merupakan tantangan utama pada Sindrom Angelman. Karena sebagian besar anak sulit mengucapkan kata, terapi wicara difokuskan pada komunikasi alternatif.
Terapis biasanya memperkenalkan penggunaan gambar, kartu simbol, bahasa isyarat sederhana, atau perangkat komunikasi digital. Metode visual ini membantu anak menyampaikan kebutuhan sehingga tingkat frustrasi dapat berkurang.
Gangguan kejang juga sering menyertai kondisi ini. Dokter umumnya memberikan obat antikejang untuk mengendalikan aktivitas listrik berlebih di otak.
Penanganan medis tersebut penting karena kejang berulang dapat menghambat perkembangan kognitif dan motorik. Selain itu, dokter juga sering mengatur pola tidur anak, sebab banyak penderita mengalami insomnia atau sering terbangun pada malam hari.
Penanganan yang dilakukan sejak usia dini memberikan dampak paling besar. Pada masa kanak-kanak, otak masih memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi sehingga respons terhadap terapi lebih baik. Konsistensi latihan di rumah, dukungan keluarga, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan menjadi faktor utama keberhasilan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sindrom Angelman genetik langka sistem saraf perkembangan anak



























