Serangan Israel menghancurkan masjid di Gaza (Foto: Aljazeera)
Gaza, Jurnas.com Sedikitnya enam warga Palestina tewas dalam serangan drone Israel yang menargetkan dua pos polisi di Kamp Pengungsi Bureij, Gaza tengah, serta wilayah al-Mawasi di Khan Younis, Gaza selatan, saat Israel melanjutkan ofensif militernya di wilayah kantong tersebut.
Serangan yang terjadi hingga Jumat (27/2) dini hari itu dikecam Hamas karena dinilai merusak upaya para mediator dalam fase gencatan senjata, yang menurut kelompok tersebut kerap dilanggar sejak 10 Oktober.
Sumber medis di Nasser Medical Complex di Khan Younis melaporkan empat jenazah dan sejumlah korban luka tiba setelah serangan militer Israel menghantam pos pemeriksaan polisi di persimpangan al-Maslakh, al-Mawasi.
Beberapa korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis. Sumber tersebut menyebut lokasi serangan berada di luar kendali langsung militer Israel.
Di Gaza tengah, dua warga Palestina lainnya tewas dan sejumlah orang luka-luka akibat serangan drone yang menargetkan pos polisi di pintu masuk Kamp Pengungsi Bureij.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan meningkatnya jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di seluruh Jalur Gaza mencerminkan pengabaian terhadap upaya mediator serta peran Dewan Perdamaian.
Dia menuduh Israel tetap melanjutkan perang pemusnahan terhadap rakyat Palestina meski terdapat perubahan dalam bentuk dan metode operasi militer.
Menurut laporan Al Jazeera, serangkaian serangan udara mematikan menyasar pos-pos polisi, khususnya di Khan Younis dan Kamp Pengungsi Bureij. Dikatakan, enam anggota polisi tewas dan menilai waktu serta lokasi serangan memperumit dinamika antara kedua pihak.
Menurutnya, Israel menegaskan tidak akan bertanggung jawab atas penataan ulang layanan sipil di Gaza. Karena itu, setiap upaya pemulihan layanan sebelumnya, termasuk fungsi kepolisian, berpotensi digagalkan.
Otoritas Penyeberangan dan Perbatasan Gaza melaporkan 50 warga Palestina menyeberang ke Mesir melalui perlintasan Rafah pada Kamis, terdiri atas 13 pasien dan 37 pendamping, sementara 41 orang kembali ke Gaza.
Pergerakan ini terjadi setelah pembukaan sebagian akses oleh Israel, meski ribuan warga yang membutuhkan perawatan medis mendesak masih menghadapi pembatasan ketat untuk keluar wilayah tersebut.
Otoritas juga mencatat 286 truk memasuki Gaza, terdiri atas 174 truk komersial dan 112 truk bantuan. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kebutuhan minimal sekitar 600 truk bantuan per hari untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus menghadapi krisis kemanusiaan dan kekurangan pangan akibat blokade berkepanjangan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Serangan Israel Gaza perang Palestina vs Israel Perlintasan Rafah Gaza


























