Jum'at, 27/02/2026 19:17 WIB

Dunia di Ambang Perang, Macron Kunjungi Kapal Selam Nuklir





Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan mengunjungi pangkalan kapal selam nuklir rahasia di Île Longue pada Senin pekan depan

Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara kepada awak media di KTT Komunitas Politik Eropa di Kopenhagen, Denmark, 2 Oktober 2025. REUTERS

Paris, Jurnas.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan mengunjungi pangkalan kapal selam nuklir rahasia di Île Longue pada Senin pekan depan, di tengah meningkatnya kekhawatiran di Eropa mengenai keandalan jaminan nuklir Amerika Serikat.

Sebagai satu-satunya pemimpin yang memiliki kewenangan untuk mengerahkan persenjataan nuklir Prancis, Macron akan memaparkan pembaruan doktrin pencegahan nuklir negaranya, termasuk potensi penggunaan hulu ledak yang dibawa kapal selam dan pesawat tempur, jika situasi ekstrem mengharuskannya.

Selama beberapa dekade, Eropa berada di bawah payung nuklir AS, dengan senjata yang ditempatkan di benua itu sejak pertengahan 1950-an untuk menangkal Uni Soviet dan kini Rusia.

Namun, sebagian politisi dan analis pertahanan Eropa mulai meragukan apakah Washington tetap bersedia mengambil risiko besar demi melindungi sekutunya, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

Sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di Uni Eropa, posisi Prancis menjadi sorotan. Revisi kebijakan pencegahan nuklir Prancis yang akan dikalibrasi dengan hati-hati, berpotensi menjadi salah satu keputusan paling strategis Macron menjelang akhir masa jabatannya pada 2027.

Sejak pidato kebijakan nuklir pertamanya pada 2020, lanskap keamanan global berubah drastis. Invasi penuh Rusia ke Ukraina yang kini memasuki tahun kelima, disertai ancaman penggunaan senjata nuklir dari Presiden Rusia Vladimir Putin, meningkatkan kecemasan di Eropa.

China memperluas arsenal nuklirnya, demikian pula Korea Utara. Rusia bahkan merevisi doktrin pencegahannya pada 2024 dengan menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir.

Kunjungan Macron ke pangkalan Île Longue markas empat kapal selam nuklir Prancis menjadi penekanan bahwa Paris memiliki kemampuan serangan balasan strategis. Masing-masing kapal selam dapat membawa 16 rudal balistik antarbenua M51 dengan beberapa hulu ledak.

Menurut data resmi, Prancis memiliki kurang dari 300 hulu ledak nuklir, angka yang relatif stabil sejak pengurangan terbatas pada 2008. Macron sebelumnya menegaskan kapasitas tersebut cukup untuk menimbulkan kerusakan yang sama sekali tidak dapat diterima terhadap pusat politik, ekonomi, dan militer negara manapun yang mengancam kepentingan vital Prancis.

Para analis kini menunggu apakah Macron akan memberi sinyal perubahan signifikan, termasuk kemungkinan komitmen lebih eksplisit untuk melindungi sekutu Eropa dengan payung nuklir Prancis.

KEYWORD :

kapal selam nuklir Emmanuel Macron Pangkalan Ile Longue




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :