Jum'at, 27/02/2026 19:05 WIB

Klaim Trump Soal Rudal Iran Ternyata Bukan dari Intelijen





Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Iran segera memiliki rudal yang mampu menjangkau AS, ternyata tidak berasal dari laporan intelijen

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di Knesset pada hari Trump berpidato, di Yerusalem, 13 Oktober 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Iran segera memiliki rudal yang mampu menjangkau wilayah AS, ternyata tidak berasal dari laporan intelijen Amerika.

Dalam pidato kenegaraan di Kongres pada pekan ini, Trump menyatakan Teheran sedang mengembangkan rudal yang segera dapat mencapai AS, sebagai bagian dari argumennya membuka kemungkinan serangan terhadap Republik Islam tersebut.

Namun, dua sumber anonim yang dikutip Arab News pada Jumat (27/2) menyebut tidak ada perubahan dalam penilaian tak terklasifikasi tahun 2025 dari Defense Intelligence Agency.

Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa Iran kemungkinan baru dapat mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang layak secara militer paling cepat pada 2035. Pengembangan itu pun diperkirakan berasal dari modifikasi kendaraan peluncur satelit (space-launch vehicle/SLV) yang sudah ada.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan Trump benar menyoroti ancaman serius dari Iran, yang menurutnya menyerukan kematian bagi Amerika dan berpotensi memiliki ICBM.

Sementara salah satu sumber anonim lainnya mengatakan, bahkan jika China atau Korea Utara yang diketahui memiliki kerja sama erat dengan Iran memberikan bantuan teknologi, Teheran kemungkinan tetap membutuhkan waktu hingga delapan tahun untuk menghasilkan sistem yang benar-benar operasional setingkat ICBM.

Para sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena membahas isu intelijen sensitif, mengaku tidak mengetahui adanya laporan intelijen terbaru yang menyimpulkan Iran dalam waktu dekat mampu menjangkau daratan utama AS. Namun mereka tidak menutup kemungkinan adanya laporan baru yang belum mereka akses.

Laporan serupa sebelumnya juga diberitakan oleh harian AS, yang menyebut badan intelijen menilai Iran masih bertahun-tahun lagi dari kemampuan tersebut.

Diketahui, Iran membantah mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan pengayaan uranium dilakukan semata untuk tujuan sipil. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancara dengan media India mengatakan negaranya tidak mengembangkan rudal jarak jauh dan secara sengaja membatasi jangkauan rudalnya di bawah 2.000 kilometer untuk tujuan pertahanan.

KEYWORD :

rudal Iran Trump perang AS vs Iran proyek ICBM Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :