Jum'at, 27/02/2026 07:24 WIB

6 Pertempuran Besar di Bulan Ramadan, dari Perang Badar hingga Yakhliz





Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, dan turunnya Al-Qur’an. Dalam lintasan sejarah Islam, bulan suci ini juga menjadi saksi sejumlah peperangan monumental

Ilustrasi Perang Badar (Foto: Hijrahtime via Gen Muslim)

Jakarta, Jurnas.com - Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, khususnya puasa, dan turunnya Al-Qur’an. Dalam lintasan sejarah Islam, bulan suci ini juga menjadi saksi sejumlah peperangan monumental yang mengubah arah peradaban. Di tengah lapar dan dahaga, umat Islam justru mencatat kemenangan besar yang berdampak panjang terhadap politik, sosial, dan penyebaran dakwah.

Sejarah mencatat, Ramadan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga momentum kebangkitan kolektif. Dari Perang Badar hingga Ain Jalut, kemenangan-kemenangan ini lahir dari kombinasi iman, strategi, dan kepemimpinan.

Berikut deretan perang besar yang terjadi di bulan Ramadan yang penuh strategi, keberanian, dan nilai sejarah.

1. Perang Badar

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah (624 M). Inilah kemenangan militer pertama kaum Muslimin melawan Quraisy Makkah.

Dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW, pasukan Muslim hanya berjumlah sekitar 313 orang dengan persenjataan terbatas: 8 pedang, 6 baju perang, 70 unta, dan 2 kuda. Mereka menghadapi 1.000 pasukan Quraisy dengan 600 baju besi dan 300 kuda.

Secara logika militer, kemenangan hampir mustahil. Namun strategi, disiplin, dan moral tinggi pasukan Muslim berbuah hasil. Tiga tokoh utama Quraisy, yakni Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah, tewas. Peristiwa ini menjadi titik balik kebangkitan Islam di Jazirah Arab.

2. Perang Khandaq (Al-Ahzab)

Perang Khandaq, juga dikenal sebagai Perang Al-Ahzab atau Pertempuran Konfederasi, terjadi pada Ramadan tahun 5 Hijriah.

Sebanyak 3.000 pasukan Muslim mempertahankan Madinah dari 10.000 pasukan gabungan Quraisy dan sekutunya. Atas usulan Salman Al-Farisi, Nabi memerintahkan penggalian parit besar mengelilingi sisi kota yang terbuka, strategi yang asing bagi bangsa Arab kala itu.

Selama hampir sebulan, pasukan koalisi gagal menembus pertahanan. Cuaca ekstrem dan konflik internal melemahkan mereka hingga akhirnya mundur. Perang ini membuktikan bahwa kecerdikan strategi bisa mengalahkan superioritas jumlah.

3. Perang Ain Jalut

Pada 3 September 1260 M (25 Ramadan 658 H), terjadi Perang Ain Jalut antara Kesultanan Mamluk dan pasukan Mongol.

Dipimpin Sultan Qutuz dan panglima Baibars, pasukan Muslim menghadapi bangsa Mongol yang sebelumnya tak terkalahkan dan telah menghancurkan Baghdad.

Strategi penyergapan di lembah Ain Jalut (Palestina) menjadi kunci kemenangan. Kematian Khan Agung Mongke memaksa sebagian pasukan Mongol kembali ke Mongolia, melemahkan kekuatan mereka.

Kemenangan ini menghentikan ekspansi Mongol ke wilayah Mesir dan Afrika Utara—sebuah momen krusial dalam sejarah dunia Islam.

4. Perang Tabuk

Ekspedisi Tabuk berlangsung pada tahun 9 Hijriah. Meski dimulai di bulan Rajab, Rasulullah SAW kembali dari ekspedisi ini pada 26 Ramadan.

Pasukan Muslim menghadapi ancaman Romawi Timur (Bizantium). Perjalanan panjang melintasi gurun yang panas menjadi ujian berat. Meski tidak terjadi pertempuran besar, ekspedisi ini menunjukkan kekuatan politik dan militer Islam yang kian diperhitungkan.

Tabuk tercatat sebagai peperangan terakhir yang diikuti Nabi Muhammad SAW.

5. Pembebasan Al-Quds, Palestina

Kemenangan besar dalam Pertempuran Hattin pada 4 Juli 1187 (bertepatan dengan Ramadan 583 H) membuka jalan bagi pembebasan Yerusalem dari Tentara Salib.

Dipimpin oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, pasukan Muslim mengalahkan kerajaan Latin Yerusalem. Berbeda dari pembantaian yang terjadi saat Tentara Salib merebut kota itu sebelumnya, Shalahuddin memberi jaminan keselamatan bagi penduduk.

Pendekatan penuh etika ini menjadikan namanya dikenang bahkan oleh lawan.

6. Perang Yakhliz, Utsmani vs Rusia

Pada 15 Ramadan 1294 H (1877 M), pasukan Kesultanan Utsmani di bawah Ahmad Mukhtar Pasha menghadapi Rusia dalam pertempuran di wilayah Kaukasus, dikenal sebagai Perang Yakhliz.

Meski kalah jumlah, pasukan Utsmani berhasil menahan laju Rusia dan menimbulkan korban besar di pihak lawan. Kemenangan ini menjadi simbol perlawanan terhadap ekspansi Kekaisaran Rusia di wilayah Muslim. (*)

Sumber: Berbagai sumber

KEYWORD :

Pertempuran Besar Bulan Ramadan Perang Badar Perang Yakhliz




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :