Kamis, 26/02/2026 21:41 WIB

Hati-hati di Bulan Suci, Amalan yang Menghilangkan Nilai Puasa





Dalam ajaran Islam, ada sejumlah perilaku yang tidak membatalkan puasa secara hukum puasa, namun dapat menghapus pahalanya.

Ilustrasi dua orang perempuan sedang asyik menggosip saat berpuasa (Foto: Pexels/PNW Production)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa memiliki dua sisi, yaitu sah secara syariat dan bernilai secara spiritual. Seseorang bisa saja tetap berpuasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam, tetapi tidak memperoleh pahala karena tidak menjaga sikap dan perilaku.

Dalam banyak berbagai pesan para ulama, puasa bukan hanya menahan lapar, melainkan juga menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai selama Ramadan.

1. Berdusta

Kebohongan termasuk perbuatan yang sangat ditekankan untuk ditinggalkan saat berpuasa. Ucapan yang tidak benar, memutar fakta, atau menipu orang lain dapat merusak nilai ibadah.

Puasa bertujuan membentuk kejujuran dan ketakwaan. Jika seseorang tetap berbohong, maka esensi puasa tidak tercapai.

2. Ghibah dan Fitnah

Membicarakan keburukan orang lain tanpa alasan yang dibenarkan merupakan ghibah. Lebih jauh lagi, menyebarkan tuduhan tanpa dasar termasuk fitnah.

Perilaku ini sering terjadi dalam percakapan sehari-hari, terutama saat berkumpul. Meski tidak membatalkan puasa, kebiasaan tersebut dapat menghapus pahala karena merusak hubungan sosial dan menimbulkan dosa.

3. Berkata Kasar dan Menyakiti Orang

Menghina, mencaci, dan melontarkan kata-kata kasar juga berpengaruh pada nilai puasa. Ibadah ini melatih kesabaran dan kelembutan sikap.

Jika seseorang mudah marah dan melukai orang lain dengan ucapan, maka hikmah puasa menjadi hilang.

4. Pandangan yang Tidak Dijaga

Puasa tidak hanya menahan perut, tetapi juga menjaga indera. Melihat sesuatu yang mengarah pada maksiat atau sengaja mencari hal yang membangkitkan hawa nafsu dapat merusak nilai ibadah.

Menjaga pandangan merupakan bagian dari pengendalian diri yang diajarkan selama Ramadan.

5. Perbuatan Curang dan Zalim

Kecurangan dalam pekerjaan, mengambil hak orang lain, atau berbuat zalim termasuk tindakan yang bertentangan dengan tujuan puasa.

Puasa seharusnya membentuk kejujuran dan keadilan. Jika seseorang tetap berbuat curang, maka ia hanya menahan lapar tanpa memperoleh makna ibadah.

6. Riya dan Pamer Ibadah

Melakukan ibadah dengan tujuan dipuji orang lain disebut riya. Misalnya memperlihatkan ibadah agar dianggap saleh.

Riya menghilangkan keikhlasan, padahal puasa merupakan ibadah yang sangat bergantung pada niat. Tanpa keikhlasan, nilai pahala menjadi hilang.

KEYWORD :

Puasa Ramadan Pahala Puasa Ghibah Saat Puasa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :