Kamis, 26/02/2026 10:48 WIB

Mengapa LPDP Jadi Impian Banyak Mahasiswa Indonesia?





Keberadaan LPDP menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan pembangunan manusia Indonesia.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto (Foto Ant/Imamatul Silfia)

Jakarta, Jurnas.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP merupakan lembaga di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang mengelola dana abadi pendidikan milik pemerintah.

Lembaga ini dibentuk sebagai upaya negara meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pembiayaan pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dana yang dikelola berasal dari anggaran negara dan ditempatkan sebagai dana abadi, sehingga pokoknya tetap terjaga sementara hasil pengembangannya dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program pendidikan.

Program yang paling dikenal masyarakat adalah beasiswa LPDP. Melalui program ini, pemerintah membiayai studi jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia maupun universitas terbaik di Indonesia.

Penerima beasiswa mendapatkan fasilitas komprehensif mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, biaya buku dan penelitian, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, hingga pembiayaan tesis atau disertasi.

Karena seluruh pembiayaan berasal dari dana publik, program ini dirancang bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang negara.

Setiap penerima beasiswa menandatangani komitmen sebelum memulai studi. Mereka diharapkan menyelesaikan pendidikan dengan baik, menjaga integritas akademik, serta berkontribusi bagi pembangunan Indonesia setelah lulus.

Konsep yang diusung adalah penguatan kapasitas manusia agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, riset, birokrasi, industri, hingga kewirausahaan.

Selain pembiayaan studi, LPDP juga berperan mendukung penelitian strategis nasional dan inovasi teknologi. Melalui pendanaan riset, pemerintah mendorong lahirnya gagasan baru yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan, termasuk di bidang kesehatan, energi, pangan, dan ekonomi digital. Dengan demikian, fungsi lembaga ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat daya saing bangsa.

Keberadaan LPDP menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan pembangunan manusia Indonesia. Negara memandang pendidikan tinggi sebagai fondasi utama kemajuan, sehingga investasi pada pendidikan diposisikan sebagai langkah jangka panjang. Harapannya, lulusan penerima beasiswa mampu menjadi penggerak perubahan, memperluas pengetahuan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

KEYWORD :

Kasus LPDP Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dana beasiswa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :