Kamis, 26/02/2026 07:07 WIB

Pemukim Israel di Tepi Barat Berulah, Properti Warga Palestina Dibakar





Sekelompok pria bertopeng yang disebut sebagai pemukim Israel, mendekati desa di dekat Kota Hebron, lalu membakar kendaraan serta properti warga Palestina

Pemukim Israel membakar kendaraan dan properti warga di Tepi Barat (Foto: Reuters)

Tepi Barat, Jurnas.com - Sejumlah pemukim Israel melakukan pembakaran di Desa Susiya, Palestina pada Selasa malam. Insiden ini menjadi peristiwa terbaru dalam rangkaian kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Video yang dikutip dari Reuters pada Kamis (26/2) memperlihatkan sekelompok pria bertopeng yang oleh warga disebut sebagai pemukim Israel, mendekati desa di dekat Kota Hebron, lalu membakar kendaraan serta properti milik warga Palestina.

"Mereka menyerang kami hampir setiap hari, berulang kali, karena kami tinggal di dekat jalan utama. Tadi malam mereka membakar di mana-mana,” kata Halima Abu Eid, warga Susiya.

Militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukan untuk menindaklanjuti laporan mengenai pembakaran disengaja terhadap properti Palestina, dan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

Kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat tajam sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan lebih dari 800 warga Palestina mengungsi akibat serangan pemukim pada 2026.

Serangan yang dilakukan pemukim bertopeng pada malam hari dengan merusak properti atau menyerang warga, kini kian sering terjadi, seiring upaya sejumlah pemukim memperluas kendali atas wilayah luas di Tepi Barat.

Seorang pejabat Israel sebelumnya menyebut kekerasan pemukim dilakukan oleh minoritas pinggiran. Namun, laporan Reuters menunjukkan adanya rencana terorganisir untuk mengambil alih lahan Palestina yang dibahas secara terbuka di kanal media sosial pemukim.

PBB mencatat sedikitnya 86 insiden kekerasan pemukim antara 3 hingga 16 Februari, yang menyebabkan 146 warga Palestina mengungsi dan 64 lainnya terluka.

Penuntutan hukum terhadap pelaku kekerasan pemukim di Israel tergolong jarang. Pada akhir 2025, kelompok pemantau Israel Yesh Din menyatakan bahwa dari ratusan kasus kekerasan pemukim yang mereka dokumentasikan sejak 7 Oktober 2023, hanya 2 persen yang berujung pada dakwaan.

Koalisi pemerintahan Israel yang berhaluan kanan-jauh dinilai memfasilitasi perluasan permukiman secara cepat. Beberapa menteri bahkan secara terbuka menyatakan ingin mengubur gagasan negara Palestina.

KEYWORD :

pemukim Israel Tepi Barat Desa Susiya Palestina permukiman Israel ilegal




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :