Rabu, 25/02/2026 16:00 WIB

Studi: Tanaman Indoor Bisa Bikin Ruangan Terasa Lebih Sejuk





Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kehadiran tanaman indoor bukan sekadar mempercantik interior, tetapi juga berkontribusi pada kualitas udara

Ilustrasi tanaman indoor (Foto: Pexels)

Jakarta, Jurnas.com - Lingkungan dalam ruangan membentuk sebagian besar kehidupan modern, dari rumah dan sekolah hingga kantor dan pusat perbelanjaan. Kini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kehadiran tanaman indoor bukan sekadar mempercantik interior, tetapi juga berkontribusi pada kualitas udara, kenyamanan termal, dan ketahanan bangunan terhadap panas.

Riset yang dipimpin oleh University of Surrey melalui Global Centre for Clean Air Research melibatkan 35 pakar dari Inggris, Eropa, Amerika Serikat, Australia, India, dan Brasil. Studi kolaboratif dalam proyek GREENIN Micro Network Plus ini dipublikasikan di jurnal Building and Environment dan berfokus pada peran sistem penghijauan indoor dalam menghadapi dunia yang semakin hangat.

Para peneliti menilai 26 sistem penghijauan dalam ruangan, mulai dari tanaman pot sederhana hingga dinding hijau vertikal dan menara hidroponik. Mereka menggunakan kerangka analisis sepuluh pertanyaan yang mencakup kinerja teknis, aspek mikrobiologi, dampak kesehatan, faktor sosial-ekonomi, hingga konteks lokasi, guna memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh.

Dikutip dari Earth, hasilnya menunjukkan bahwa sistem tanaman indoor berukuran besar dapat membuat ruangan terasa hingga dua derajat Celsius lebih sejuk. Meskipun suhu pada termometer tidak selalu berubah signifikan, kelembapan tambahan dari tanaman membuat udara terasa lebih segar dan mengurangi sensasi pengap yang umum terjadi di ruang berpendingin udara atau saat musim dingin.

Tanaman juga meningkatkan kelembapan udara, yang membantu meredakan kekeringan pada hidung dan tenggorokan. Dalam sistem yang dirancang khusus, tanaman bahkan mampu menurunkan konsentrasi partikel halus dan senyawa organik volatil (VOC) yang berasal dari cat, furnitur, serta produk pembersih.

Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada desain dan perawatan yang tepat. Jumlah tanaman, pencahayaan, ventilasi, serta pemeliharaan rutin menjadi faktor kunci, karena penempatan acak di sudut ruangan gelap tidak akan memberikan dampak optimal.

Penelitian ini juga menemukan indikasi awal bahwa tanaman indoor dapat memperkaya mikrobioma dalam ruangan, yakni komunitas mikroorganisme yang hidup di udara dan permukaan interior. Kehadiran mikroba alami dari tanaman berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih seimbang, meski efek kesehatan jangka panjang masih memerlukan penelitian lanjutan.

Tim peneliti menyoroti keterbatasan studi-studi sebelumnya yang kerap menggunakan ruang laboratorium kecil atau jumlah tanaman tidak realistis. Mereka menegaskan bahwa penelitian masa depan harus dilakukan di bangunan nyata dalam jangka waktu lebih panjang untuk memahami pengaruh pencahayaan, ventilasi, tingkat hunian, dan perawatan secara komprehensif.

Profesor Prashant Kumar, penulis utama studi, mengatakan bahwa manusia menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di dalam ruangan, namun pemahaman tentang dampak sistem tanaman indoor masih terbatas. Ia menekankan bahwa penghijauan dalam ruangan seharusnya diperlakukan sebagai infrastruktur lingkungan, bukan sekadar elemen dekoratif.

Rekan penulis, Dr. Tijana Blanusa, menambahkan bahwa tanaman indoor menghadirkan manfaat alam ke ruang urban yang minim akses hijau. Menurutnya, penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai kondisi yang diperlukan agar penghijauan indoor benar-benar meningkatkan kualitas udara dan kesejahteraan.

Meski tanaman indoor bukan solusi tunggal untuk semua tantangan lingkungan, temuan ini memperkuat argumen bahwa desain bangunan yang memasukkan sistem hijau secara strategis dapat menciptakan ruang yang lebih sehat, nyaman, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Dengan perencanaan yang tepat, tanaman di dalam ruangan dapat menjadi bagian penting dari masa depan arsitektur berkelanjutan. (*)

Sumber: Earth

KEYWORD :

Tanaman Indoor Penyejuk Ruangan Suhu Ruangan Kualitas Udara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :