Ini sejarah pekerjaan meracik dan menyajikan minuman atau biasa disebut sebagai bartender dijadikan sebuah profesi khusus (Foto: webholidays)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap 24 Februari diperingati sebagai World Bartender Day, hari yang memberi penghargaan kepada para peracik minuman di industri kuliner dan pariwisata.
Namun jauh sebelum mendapat pengakuan modern, pekerjaan bartender telah melalui perjalanan panjang hingga akhirnya diakui sebagai sebuah profesi dengan keahlian khusus.
Sejarah mencatat, pekerjaan meracik dan menyajikan minuman sebenarnya sudah ada sejak abad ke-18 di Eropa dan Amerika. Pada masa itu, tempat minum seperti tavern dan inn menjadi pusat pertemuan masyarakat.
Orang yang bertugas menyajikan minuman awalnya hanya disebut penjaga bar atau pelayan kedai. Mereka belum dianggap memiliki keterampilan khusus, karena tugasnya sekadar menuangkan minuman bagi pengunjung.
Perubahan terjadi pada abad ke-19 ketika budaya bar berkembang pesat di Amerika Serikat. Para penjaga bar mulai mencampur berbagai jenis minuman untuk menciptakan rasa baru. Dari sinilah muncul istilah “bartender”. Salah satu tokoh penting adalah Jerry Thomas, yang pada 1862 menerbitkan buku How to Mix Drinks or The Bon Vivant’s Companion.
Buku ini berisi teknik meracik minuman secara sistematis dan sering disebut sebagai panduan pertama dunia tentang pencampuran minuman. Sejak saat itu, meracik minuman tidak lagi sekadar pekerjaan pelayanan, tetapi keterampilan yang membutuhkan pengetahuan dan teknik.
Memasuki abad ke-20, hotel dan restoran modern berkembang pesat seiring pertumbuhan pariwisata global. Bartender mulai menjalani pelatihan khusus, mempelajari standar kebersihan, pelayanan pelanggan, hingga presentasi penyajian.
Di banyak negara, profesi ini bahkan memiliki sertifikasi dan kompetisi resmi. Peran bartender pun meluas, tidak hanya meracik minuman, tetapi juga menciptakan menu khas yang menjadi identitas sebuah tempat.
Kini, bartender dipandang sebagai bagian dari industri jasa profesional. Keahlian mereka mencakup kreativitas, komunikasi, hingga manajemen pelayanan. Tren terbaru bahkan menunjukkan berkembangnya minuman non-alkohol atau mocktail, yang membuat profesi ini semakin inklusif dan ramah keluarga.
Peringatan World Bartender Day kemudian hadir sebagai bentuk pengakuan atas perjalanan panjang tersebut. Dari sekadar pelayan kedai hingga menjadi tenaga profesional di sektor pariwisata, bartender menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan pelayanan dapat berkembang menjadi profesi yang dihargai karena keahlian dan kreativitasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
24 Februari World Bartender Day peracik minuman profesi bartender

























