Senin, 23/02/2026 21:55 WIB

Syngenta Indonesia Tingkatkan Jumlah Petani Perempuan Lewat Komunitas





Syngenta Indonesia terus mendorong peningkatan jumlah petani perempuan di Indonesia. Salah satunya melalui peluncuran komunitas PUTRI Petani Maju

Syngenta Indonesia meluncurkan komunitas petani perempuan (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Syngenta Indonesia terus mendorong peningkatan jumlah petani perempuan di Indonesia. Salah satunya melalui peluncuran komunitas PUTRI (Perempuan Tani Syngenta Raih Impian) Petani Maju pada 10 Februari lalu.

Peluncuran komunitas ini ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh tiga perwakilan petani perempuan, dan prosesi gejog lesung yang melambangkan gotong royong, kebersamaan, kerja keras, kesabaran, dan harapan akan kehidupan berkelanjutan sebagai nilai-nilai yang menjadi fondasi PUTRI Petani Maju.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan komunitas ini akan menjadi payung bagi semua hal yang berkaitan dengan pahlawan perempuan yang mengabdi di bidang pertanian dan menghidupkan visi Petani Maju.

"PUTRI Petani Maju hadir sebagai wadah pemberdayaan yang akan menjadi katalisator transformasi sektor pertanian Indonesia. Komunitas ini menekankan peran strategis perempuan yang tangguh, konsisten, dan berdampak dalam pertanian," kata Eryanto dalam siaran persnya.

"Ketika kita melatih satu perempuan, kita memberdayakan satu keluarga. Ketika kita memberdayakan #PUTRIPETANIMAJU, kita memberdayakan satu bangsa Indonesia," dia menambahkan.

Hadirnya komunitas ini mendapatkan sambutan hangat dari petani perempuan. Annisa, perwakilan petani, mengatakan bahwa menjadi petani merupakan keistimewaan. Sehingga, para perempuan tidak boleh minder.

"Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa," ujar Annisa.

Data pada 2025 mencatat jumlah petani perempuan di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Mereka memiliki peran penting di sektor pertanian dan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Petani perempuan ini berperan aktif mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilihan benih, budidaya, panen, hingga mengolah hasil panen. Namun, hanya 10-20 persen yang memiliki akses terbatas ke input pertanian, teknologi, keuangan, pengetahuan, dan pasar. Hal ini berdampak terhadap tingkat produktivitas.

FAO memperkirakan hasil panen dapat meningkat hingga 30 persen jika petani perempuan memperoleh akses yang setara ke teknologi dan sumber daya. Sebuah angka yang signifikan dalam menunjang program ketahanan pangan pemerintah.

Selain itu, apresiasi terhadap petani perempuan dalam hal upah masih perlu diperjuangkan. Di beberapa daerah masih ada kesenjangan upah petani perempuan dan petani laki-laki. Buruh tani perempuan cenderung dibayar lebih murah daripada buruh tani laki-laki untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama. Kesenjangan ini akan memengaruhi tingkat kesejahteraan petani perempuan.

KEYWORD :

Petani Perempuan Syngenta Indonesia Ketahanan Pangan Peningkatan Produktivitas Panen




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :