Personel keamanan Taliban mencari korban usai serangan udara Pakistan (Foto: AFP)
Islamabad, Jurnas.com - Wakil Menteri Dalam Negeri Pakistan, Talal Chaudhry, mengklaim bahwa militer negaranya menewaskan 70 pemberontak dalam serangan udara di sepanjang perbatasan dengan Afganistan. Klaim tersebut dibantah Kabul, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara Asia Selatan itu.
Dikutip dari Aljazeera pada Senin (23/2), Chaudhry tidak menyertakan bukti saat menyatakan 70 pemberontak tewas. Media pemerintah Pakistan melaporkan jumlah korban meningkat menjadi 80 orang, meski belum ada konfirmasi resmi.
Militer Pakistan melancarkan serangan udara pada Minggu dini hari dengan menargetkan kamp dan tempat persembunyian kelompok bersenjata, yang dituding berada di balik serangkaian serangan baru-baru ini, termasuk bom bunuh diri mematikan di sebuah masjid Syiah di ibu kota, Islamabad.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menulis di platform X bahwa militer melakukan operasi selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp milik kelompok Pakistan Taliban, yang dikenal dengan singkatan TTP, beserta afiliasinya.
Tarar menyatakan Pakistan “selalu berupaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan”, namun menegaskan bahwa keselamatan warga Pakistan tetap menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Presiden Asif Ali Zardari mengatakan pada Minggu malam bahwa serangan terbaru di sepanjang perbatasan Afganistan “berakar pada hak inheren (Pakistan) untuk membela rakyatnya dari terorisme”, setelah peringatan berulang kepada Kabul tidak diindahkan.
Serangan ini berpotensi mengganggu gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara, yang sebelumnya disepakati setelah bentrokan perbatasan mematikan pada Oktober tahun lalu yang menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan militan yang diduga terlibat.
Pakistan menyatakan berulang kali mendesak pemerintahan Taliban Afganistan untuk mencegah kelompok bersenjata menggunakan wilayah Afganistan sebagai basis peluncuran serangan ke Pakistan. Namun, Islamabad menilai Kabul gagal mengambil langkah konkret.
Pemerintah Afganistan membantah tuduhan bahwa wilayahnya dimanfaatkan kelompok bersenjata untuk melakukan serangan di Pakistan.
Kementerian Pertahanan Afganistan dalam pernyataan resminya menyebut berbagai wilayah sipil di provinsi Nangarhar dan Paktika menjadi sasaran, termasuk sekolah agama dan sejumlah rumah warga. Pernyataan itu menyebut serangan melanggar wilayah udara dan kedaulatan Afganistan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pakistan Afganistan perbatasan serangan udara Pakistan Taliban TTP























